Jumat, 02 April 2010

Menguak Konspirasi Freemason dalam Film “Sherlock Holmes”


Anak-anak usia sekolah di negeri kita mungkin sangat akrab dengan komik animasi Jepang (manga) berjudul “Detektif Conan” karya Aoyama Gosho yang menceritakan tentang lika-liku seorang detektif SMU bernama Sinichi Kudo dalam menghadapi organisasi kawanan jubah hitam yang telah meracuninya dengan formula APTX 4869 sehingga tubuhnya mengecil. Demi mencari obat penawarnya dan untuk mengetahui lebih dalam tentang organisasi tersebut, Sinichi terpaksa merahasiakan identitasnya dengan tetap menyamar sebagai anak kecil bernama 'Conan Edogawa'.

Sebenarnya, nama ‘Conan’ sendiri diambil dari seorang novelis bernama ‘Sir Arthur Conan Doyle’ yang telah menghasilkan karya novel misteri dengan tokoh utamanya seorang detektif bernama ‘Sherlock Holmes’. Kekuatan analisa serta insting tajam yang dimiliki oleh Sherlock Holmes dalam memecahkan setiap misteri, ditambah lagi rasa salut Aoyama Gosho terhadap novelis Conan Doyle inilah yang mendorong Aoyama untuk melahirkan sebuah "reinkarnasi" karakter seorang detektif baru bernama Conan Edogawa itu.

Aoyama Gosho mungkin bukan satu-satunya orang yang terinspirasi oleh Sherlock Holmes, bahkan perusahaan film Warner Bros Pictures dan Village Roadshow Pictures turut terilhami untuk berkolaborasi dalam mengangkat cerita Sherlock Holmes tersebut ke layar lebar. Tak disangka, film yang disutradarai oleh Guy Ritchie ini sangat mengagetkan, karena film yang berdurasi 2 jam 8 menit tersebut sangat kental dengan muatan ritus Illuminati-Kabbalah dan sarat dengan aroma konspirasi global Freemason dalam menciptakan sebuah tatanan dunia baru.

Kabbalah yang secara harfiah berarti “tradisi yang diterima” atau “tradisi lisan” menurut Murat Ozgen –seorang Freemason Turki– dalam bukunya ‘Masonluk Nedir ver Nasildir?’ (Apa dan Seperti Apa Freemasonry Itu?) mengatakan; “Kita tidak mengetahui dengan jelas dari mana Kabbalah datang atau bagaimana ia berkembang. Ia adalah nama umum untuk sebuah filsafat yang unik, berbentuk metafisik, esoterik, dan mistik, yang terutama berhubungan dengan agama Yahudi. Ia diterima sebagai ilmu kebatinan Yahudi, tetapi sebagian elemen yang dikandungnya menunjukkan bahwa ia terbentuk jauh lebih dahulu dari Taurat.”

Oleh karena itu, jika akar Kabbalah ditelisik kembali, dapat diketahui bahwa Kabbalah merupakan repetisi dari ilmu magis warisan bangsa Mesir kuno semenjak rezim Fir’aun yang masih menganut budaya pagan. Praktik magis ini kemudian diajarkan secara lisan kepada Bani Israil secara turun-temurun dengan sangat rahasia.

Yahudi sendiri sebenarnya "agama sempalan" yang terlahir dari Bani Israil. Sedangkan "Bani Israil" secara harfiah berarti "anak-cucu Nabi Ya'qub". Dalam Al-Qur'an –tepatnya surat Yusuf– diceritakan bahwa generasi pertama nenek-moyang Bani Israil adalah keduabelas putera Nabi Ya'qub itu sendiri. Di antara putera Nabi Ya'qub adalah; Yusuf, Benyamin dan Yahudza. Konon nama Yahudi –menurut salah satu pendapat– merujuk kepada nama Yahudza ini.

Sebagaimana dikisahkan pula dalam surat tersebut, bahwa Nabi Yusuf meminta kedua orang tuanya berikut sebelas saudaranya untuk berhijrah ke Mesir dan berdomisili di sana. Nabi Yusuf kala itu telah diangkat sebagai bendaharawan kerajaan Mesir dan menjadi sosok paling penting dalam mengatur finansial kerajaan.

Dari sini dapat diketahui bahwa Fir'aun (raja Mesir) pada zaman Nabi Yusuf bukanlah Fir'aun yang lalim. Kedua, bahwa putera-putera nabi Ya'qub telah meminta maaf kepada ayah mereka dan bertobat kepada Allah atas makar yang dulu pernah mereka lakukan untuk menyingkirkan Yusuf kecil. Ketiga, mereka juga masih berpegang teguh terhadap Millah Ibrahim (Tauhid) dan tidak menyembah berhala. Dan keempat, dari Mesir inilah Bani Israil kemudian tumbuh berkembang dan terus berinteraksi dengan penduduk asli Mesir hingga datangnya masa Nabi Musa yang akan mengentaskan mereka dari kelaliman Rameses-II, yaitu raja Mesir ketiga dari dinasti kesembilanbelas yang merupakan Fir'aun terkejam dan terkafir sebagaimana yang dikisahkan dalam Al-Qur'an.



Pada masa Fir'aun (Rameses-II), ilmu sihir merupakan ilmu "andalan" guna memperkokoh eksistensi otoritas kekuasaannya, ia juga memiliki sekelompok penyihir kelas kakap yang selalu ia mintai pertimbangan dalam menentukan kebijakan negara. Salah satu contoh kebijakan Fir'aun yang terlahir dari inisiatif para penyihir adalah penyembelihan terhadap bayi lelaki dari keturunan Bani Israil.

Selain itu, Fir'aun juga 'menuruti' nasehat para penyihirnya untuk menantang Nabi Musa guna mengadu kekuatan "ilmu gaib" pada yaum ziinah (salah satu hari raya bangsa Mesir kuno) untuk membuktikan siapa yang lebih hebat diantara mereka.

Fir'aun selalu mengikuti saran para penyihirnya dalam setiap kebijakan. Kecuali pada saat penyihir tersebut tak mampu lagi menandingi mukjizat Nabi Musa dan mereka pun lalu beriman kepada Allah, maka pada saat itu Fir'aun tidak lagi 'patuh' akan petuah para penyihirnya dan tetap menolak ajaran Nabi Musa.

Bahkan Fir'aun kemudian menyalib para penyihirnya yang telah bertobat itu dan memotong tangan-kaki mereka secara silang. Kejadian tersebut terekam jelas dalam Kitab yang tak mungkin salah, yaitu Al-Qur'an dalam surat Thaha:

"Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: "Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa." Berkata Fir'aun: "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan kalian akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya." (QS. Thaha [20]: 70-71)

Para penyihir Fir'aun dengan seketika bertobat dan rela mengorbankan nyawa mereka setelah mengetahui bahwa tongkat Nabi Musa yang berubah menjadi ular bukanlah sihir, mereka juga sadar bahwa ular yang mereka sihir dari tali-temali hanyalah ilusi belaka dan tak nyata seperti Mukjizat Nabi Musa.

Sejatinya, ketika Allah menurunkan sebuah mukjizat, Allah akan memberikan suatu "keajaiban" yang sesuai dengan kondisi umat dimana seorang Rasul diutus kepada mereka. Oleh karenanya Allah selalu memperhatikan aspek "ajaib" apakah yang paling dikagumi oleh umat tersebut. Sebagaimana Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasulullah saw. dengan tatanan bahasa Arab yang sangat mengagumkan, hal tersebut dikarenakan bangsa Arab kala itu terkenal sangat jago bersyair dan berlomba-lomba saling show-up 'memamerkan' kemahiran linguistik mereka baik dari segi Fashahah maupun Balaghah.

Demikian halnya ketika Allah memberikan Mukjizat "tongkat ular" kepada Nabi Musa, hal itu tiada lain untuk menunjukkan kepada bangsa Mesir kuno terhadap sesuatu yang tidak dapat mereka tandingi dengan sihir yang kala itu sangat fantastis dan selalu mereka banggakan.

Ular memang selalu menjadi simbol penting dalam dunia persihiran, ular juga sangat identik dengan iblis yang penuh bisa beracun. Karena itu pula raja-raja Mesir kuno menggunakan simbol ular ini di atas mahkota mereka.



Para penyihir Fir'aun kala itu memang telah bertobat dan bertauhid hingga mereka mati syahid karena disalib oleh Fir'aun, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa ajaran sihir mereka kemudian diadopsi oleh Bani Israil dan terus diamalkan. Bahkan hingga masa kerajaan Nabi Sulaiman pun Bani Israil masih mempraktikkan ilmu hitam ini.

"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan (kitab sihir) pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (Tidak mengerjakan sihir), Hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami Hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir." (QS. Al-Baqarah [2]: 102).

Dalam ayat di atas turut ditegaskan bahwa sihir telah muncul di era Babilonia (Babil). Diketahui juga bahwa Babil merupakan tempat kelahiran Nabi Ibrahim dimana umatnya adalah para penganut paganisme. Bahkan Azar, ayah Nabi Ibrahim sendiri adalah seorang pembuat berhala. Paganisme dan ilmu sihir dari Babilonia dan Mesir inilah yang kemudian mengilhami tarekat Kabbalah dalam aliran kebatinan mereka.

Kembali lagi ke Sherlock Holmes, dalam film ini diceritakan bagaimana kisah seorang detektif bernama Holmes yang selalu didampingi rekannya DR. John Watson dalam mengungkap misteri pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Lord Henry Blackwood salah seorang penyihir ulung yang merupakan anak 'haram' dari Sir Thomas Rodrum ketua persaudaraan rahasia kuil empat ordo.



Blackwood menjadi buron karena mempraktikkan Black Magic dengan disertai pembunuhan terhadap 5 gadis dan mencoba untuk membunuh gadis yang keenam namun dapat digagalkan oleh Holmes dan kawan-kawan. Blackwood pun kemudian dijatuhi hukuman gantung dan dieksekusi. Namun dengan sihirnya ia dapat "bangkit" kembali dari kubur dan melakukan pembunuhan terhadap beberapa orang serta mengambil alih kepemimpinan kuil empat ordo yang ia jadikan kendaraan untuk menguasai parlemen Inggris.



Dibanding film-film konspirasi lainnya, mungkin film ini dinilai lebih berani dan terkesan vulgar. Pasalnya, adegan yang dimainkan di dalamnya secara terang-terangan mepertontonkan ritual Kabbalah yang selama ini sangat esoterik dan rahasia. Mereka bahkan berani menunjukkan seperti apa tempat "ibadah" mereka saat melakukan ritual sihir dan melakukan koneksi terhadap iblis.



Baru masuk ke dalam intro saja, film ini sudah mempertontonkan ritual "Mind Control" yang merupakan praktik sihir dengan mengendalikan pikiran manusia dan disertai dengan penyiksaan hingga pembunuhan. Ritual ini biasanya dilakukan oleh Kaum Kabbalis dalam sebuah Loji tertutup. Selain disertai dengan penyiksaan, terkadang ritual ini juga "diselingi" dengan persetubuhan. Dalam film ini pula diceritakan bahwa Blackwood merupakan anak haram dari Thomas Rodrum yang dihasilkan dari persetubuhannya dengan seorang wanita saat ia melakukan sebuah ritual.



Kabbalah sejatinya merupakan ajaran yang belakangan hari diadopsi oleh beberapa ordo sempalan dari agama Yahudi dan Nasrani seperti Illuminati dan Templar. Ordo Illuminati yang didirikan oleh Adam Weishaupt misalkan, telah menjadikan ajaran Kabbalah ini sebagai sebuah 'akidah' dan menolak dogma-dogma otoritas gereja katolik saat itu. Illuminati yang berarti "tercerahkan" atau "penerangan" merupakan ordo yang lahir dari 'pemberontakan' terhadap seluruh konsep agama-agama yang telah mapan.

Adam Weishaupt sendiri yang keturunan Yahudi dan dulunya seorang pendeta Jesuit memutuskan untuk keluar dari lingkungan gereja lalu menimbulkan penyelewengan 'akidah' dengan melahirkan doktrin-doktrin baru yang berbasis kosmopolitan dan universalitas. Untuk menyebarkan doktrin ini, Weishaupt kemudian membetuk jaringan konspirasi yang dikenal dengan Luciferian Conspiracy serta Synagogue/church of Satan (gereja setan).

Dalam film ini, simbol-simbol Illuminati dipertontonkan dengan sangat jelas dan begitu norak. Seperti simbol Bintang (pentagram) terbalik yang merefleksikan kepala Baphomet yaitu seekor kambing yang mereka sembah dan sangat dikultuskan. Baphomet sendiri telah menjadi simbol utama bagi para pengikut gereja setan sedari dulu.



Dalam ceritanya ini, dikisahkan tentang 'jamaah' kuil empat ordo yang memiliki sebuah "kitab mantra" berupa kitab sihir dengan tulisan Ibrani yang penuh dengan praktik mistis. Sama halnya dengan Bani Israil yang telah lama melakukan penyelewengan terhadap Taurat dan menggantinya dengan Talmud yang jauh dari ajaran Tauhid Samawi. Hal tersebut disebabkan karena etnis Bani Israil yang telah lama terpengaruh oleh efek paganisme Mesir jauh hari sebelum diturunkannya Taurat.



Oleh karena itu, setelah lama berinteraksi dengan pribumi yang masih menganut budaya pagan, akhirnya Bani Israil terkontaminasi dengan teologi setempat dan lambat-laun meninggalkan Millah Ibrahim. Segolongan dari mereka kemudian terpengaruh untuk menyembah sesuatu yang "nyata" dan hanya mau menyembah kepada zat yang dapat ditangkap oleh panca indera saja. Maka tak ayal ketika dibebaskan Nabi Musa dari rezim Fir'aun mereka lalu meminta Nabi Musa untuk membuatkan sebuah "tuhan" sebagaimana "tuhan" yang disembah oleh kaum yang mereka temui dalam sebuah perjalanan.

"Dan kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: "Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)" Musa menjawab: "Sesungguhnya kamu Ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)." (QS. Al-A'raf [7]: 138).

Hawa nafsu yang dimiliki Bani Israil untuk menyembah berhala sudah tak terbendung lagi, saat Nabi Musa meninggalkan mereka guna memenuhi panggilan Allah untuk menerima wahyu di bukit Sinai selama 40 malam, akhirnya di bawah pimpinan Samiri mereka mengumpulkan perhiasan emas untuk dilebur dan dijadikan sebuah patung lembu yang nantinya akan mereka sembah. Padahal saat itu Nabi Harun masih bersama mereka namun tetap saja tidak dihiraukan.

Lembu memang suatu simbol yang sangat penting dalam ritual kaum pagan, dalam film Sherlock Holmes ini, pimpinan rahasia kuil empat ordo, Sir Thomas Rodrum, juga menggunakan cincin emas yang berukirkan kepala lembu. Hingga akhirnya cincin itu dirampas oleh Lord Blackwood saat ia membunuh Sir Thomas guna mengambil alih kekuasaan ordo tersebut secara paksa.



Satu lagi simbol paling penting bagi kaum pagan Fir'aun yang hingga kini masih berdiri tegak di kawasan Gyza-Mesir, yaitu Pyramid dan Sphinx. Pyramid adalah bangunan yang sengaja dirancang untuk menyimpan mumi raja-raja Mesir, sedangkan Sphinx yang merupakan representasi dari makhluk berbadan singa dan berkepala manusia berada tepat di depan Pyramid seolah pintu gerbang yang menjaga Pyramid itu sendiri.



Dalam film ini, simbol Pyramid muncul berkali-kali; seperti souvenir yang terletak di meja kantor Sir Thomas dan ruang peribadatannya yang memang "berkiblat" kepada simbol Pyramid dimana Pyramid tersebut juga "dijaga" oleh Sphinx. Bedanya, Sphinx di sini terdiri dari empat unsur; yaitu berkaki singa, berekor lembu, bersayap elang, dan berkepala manusia.



Jika diamati, ujung Pyramid tersebut terdapat siratan cahaya yang mirip dengan Pyramid pada logo uang satu dollar AS. Tiada lain itu adalah simbol all-seeing eye atau eye of providence. Yaitu satu mata yang penglihatannya mencakup segalanya.

Satu mata disinyalir sebagai sebuah simbol Lucifer yang sebagian lain mengartikannya dengan "antikristus." Dalam Islam, antikristus berarti dajjal, karena Rasulullah saw. sendiri telah memberitahu bahwa salah satu ciri fisik yang paling menonjol dari dajjal adalah matanya yang buta satu (a'war) dan di jidatnya terdapat tulisan ka-fa-ra.



Bagi penyembah setan, dajjal merupakan "gembong" yang paling super power. Betapa tidak? Karena dajjal –dengan istidraj– telah mengaku sebagai tuhan dan dapat membunuh maupun menghidupkan sebuah kaum, ia juga dapat memberikan "surga" dan "neraka" kepada siapa saja yang dikehendakinya. Lantaran itu pula, dajjal merupakan fitnah (ujian) paling berat bagi umat manusia selama bumi ini diciptakan, Rasulullah selalu mewanti-wanti umatnya agar dapat terhindar dari fitnah dajjal ini, tiada orang yang dapat lolos dari tipuan dajjal kecuali seorang mukmin sejati. Itulah sebabnya ia dinamakan dajjal, karena secara bahasa "dajjal" berarti pembohong alias penipu.





Ajaran setan yang diyakini oleh Adam Wishaupt ini kemudian diajarkan kepada para Illuminatus, ia beranggapan bahwa setan bukanlah makhluk yang hina, melainkan kekuatan yang melambangkan kejujuran, keberanian, dan kebebasan. Paham satanisme ini merupakan bentuk evolusi kemanusiaan, lambang kebebasan manusia, dan mencakup jaringan denyut kehidupan dunia secara global. Oleh karena itu, setelah Illuminati melakukan infiltrasi kedalam tubuh Freemasonry, pengaruhnya kian melebar ke kawasan Eropa dan Amerika, ditambah lagi sokongan finansial dari Dinasti Rothschild (keluarga bankir yahudi) yang menjadikan gerakan Illuminaty-Freemasonry ini kian tak terbendung.



Lagi-lagi kembali ke film Sherlock Holmes. Dalam kisahnya itu, Sherlock Holmes setelah berpikir keras akhirnya berhasil memecahkan misteri pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Lord Blackwood. Holmes juga memaparkan bahwa Sphinx disini diyakini sebagai pintu gerbang menuju sebuah dimensi lain, yaitu dimensi penuh kekuatan tak terkira. Ia menyadari bahwa Blackwood dalam pembunuhannya itu menggunakan sistem ritual mistik yang telah lama diamalkan oleh kuil rahasia empat ordo semenjak berabad-abad silam.



Holmes juga mengatakan bahwa ordo ini merupakan sebuah kelompok persaudaraan (fraternity) rahasia yang sedari dulu telah mengendalikan kerajaan-kerajaan kuno serta mengadopsi kepercayaan dinasti Fir'aun. Ordo ini memiliki sebuah perkumpulan sangat eksklusif dimana para anggotanya mengenakan baju serba hitam dengan lambang bintang terbalik (Baphomet) di dadanya.



Mirip dengan tokoh antagonis dalam serial Detektif Conan dimana anggota organisasinya berpakaian serba hitam dan memiliki nama samaran yang diambil dari varian minuman keras seperti Vodka, Gin dan Vermouth.



Namun film yang dibintangi oleh Robert Downey Jr. dan Jude Law ini tidak hanya berhenti degan mempertunjukkan simbol-simbol Freemason seperti Pyramid, Sphinx, Sun-God, Baphomet berikut ritualnya saja. Film ini bahkan "menantang" umat manusia dengan mengutarakan misi mereka secara gamblang, yaitu mengambil alih kuasa dunia dan menciptakan sebuah tatanan dunia baru (New World Order).

Bagi penonton film yang cuman "sekedar" menonton, mungkin skenario film yang mengisahkan tentang seorang penjahat yang ingin menguasai dunia terkesan sesuatu yang wajar dan biasa-biasa saja. Tapi bagi pengamat teori konspirasi, film ini tentu bukan saja tentang seorang penjahat yang akan dikalahkan seorang jagoan. Film ini sudah kelewat eksplisit dalam menjajakan teori globalis mereka. Simbol-simbol yang digunakan, momentum yang dilakukan, kepercayaan yang dianut, serta slogan-slogan konspirasi yang sangat "telanjang" itu tidak menunjukkan kepada hal lain kecuali kepada sebuah konklusi bahwa film ini adalah film Freemasonry-Illuminaty, dan film ini merupakan film globalis-konspiratif.

Bagaimana tidak? Lord Blackwood dalam adegannya dengan terang-terangan menyatakan ambisinya untuk merombak dunia dan menciptakan sebuah tata dunia baru dengan slogan-slogan Freemason seperti "We will remake the world" atau "A new order begins now…"



Jika dirujuk, ternyata doktrin ini juga terdapat dalam uang satu dollar AS dan termaktub secara jelas dengan slogan berbahasa latin "Novus Ordo Seclorum" yang berarti "New World Order." Ini adalah misi kaum globalis untuk menjadikan dunia ini di bawah kendali mereka. Menjadikan dunia ini sebagai sebuah "great empire" dengan satu pimpinan (E Pluribus Unun) yang tanpa batasan negara, budaya maupun agama. Semuanya serba global dan plural.



Jika ditelaah, kenapa slogan-slogan Freemason tersebut dapat "merembet" ke dalam pecahan satu dolar Amerika? Hal tersebut tidak lain karena uang 1 dolar AS ini sebenarnya dirumuskan dan disahkan oleh sebuah tim khusus yang terdiri dari Benyamin Franklin, Thomas Jefferson, John Adam dan Pierre du Simitiere yang semuanya adalah anggota Freemason tingkat ke-33.

Mereka adalah pengikut Adam Weishaupt yang telah terdoktrin oleh dogma-dogma Illuminatinya sehingga tak heran jika mereka memasukkan logo-logo Kabbalis-Illuminatis berikut buku karya Adam Weishaupt yang berjudul "Novus Ordo Seclorum" sebagai slogan utama dalam pecahan satu dolar tersebut. Itu artinya, bahwa infiltrasi Freemason ke dalam pemerintahan Amerika sudah lama bercokol kuat dan menjadi motor penggerak negara adikuasa tersebut.



Lebih jauh dari itu, di dasar simbol pyramida tersebut tertuliskan "MDCCLXXVI" yang berarti tahun "1776" yaitu tahun dimana Adam Weishaupt menyelesaikan penulisan buku tersebut tepatnya pada tanggal 1 Mei 1776. Dalam buku yang disusun selama lima tahun oleh Weishaupt itu, ia menggagaskan di dalamnya tentang konsep, doktrin dan teori sebuah pemerintahan global. Bahkan jika diteliti satu-persatu simbol yang terdapat dalam uang satu dollar AS akan ditemukan tentang pesan rahasia yang sangat mengagetkan, seperti logo burung phoenix yang membawa panah dan daun berjumlah 13, bintang yang berjumlah 13 dan membentuk titik-titik heksagram (bintang David), slogan "Annuit Ceoptis" (limpahan karunia) dan "E Pluribus Unun" (satu pemerintahan dunia) yang juga terdiri dari 13 huruf, dll. yang semuanya memiliki falsafah konspirasi tersendiri.



Apa yang dikatakan Blackwood dalam film ini sesungguhnya bukan sekedar fiksi semata, kaum globalis-pluralis saat ini memang telah merencanakan hal itu secara matang dan teroganisir. Bahwa dunia ini akan dijajah sehingga mereka membungkuk ketakutan, perang saudara akan diciptakan sehingga membuat mereka semakin lemah, lalu ketakutan itu akan dijadikan sebagai senjata untuk mengendalikan mereka.

Dalam cerita ini, Blackwood menggunakan kekuatan "magisnya" untuk melindungi para pengikutnya yang loyal, ia bahkan tak segan-segan membunuh Standish –salah satu anggota ordo– yang menolak untuk tunduk di bawah kekuasaannya. Selain itu, untuk melancarkan misinya ini ia memanfaatkan kekuatan polisi. Ia juga ingin mengambil kontrol parlemen Inggris sebagai langkah awal untuk mendominasi kontrol dunia.



Dalam dunia nyata, terdapat beberapa langkah kongkrit yang diambil oleh kaum globalis dalam rangka mewujudkan ambisi mereka ini; Pertama dengan mengendalikan sistem moneter dunia dalam satu kantong besar seperti IMF atau Bank Dunia sehingga akan tercipta ketergantungan yang sadis terhadap lembaga ini yang dengan itu pula mereka mampu membuat kembang-kempis nafas sebuah negara dengan mudah. Bahkan salah satu ucapan Rotschild yang masyhur adalah; "Give me control over a nations economic, and I don't care who writes its laws." (Beri aku kesempatan untuk mengendalikan ekonomi suatu bangsa, dan aku tidak akan pedulikan siapa yang berkuasa).

Kedua, setelah tonggak keuangan dapat dikuasai, maka mereka akan menciptakan krisis demi krisis yang akan terus dibina hingga menjadikan sebuah kekacauan super hebat yang terus berkepanjangan. Dari sinilah muncul puncak histeria ketakutan tersebut, dan tentunya, orang yang ketakutan akan mudah dikendalikan layaknya sapi yang dicocok hidungnya. Maka pada titik ini sangat mudah bagi mereka untuk mengeruk kekayaan sebuah negara, sangat gampang bagi mereka untuk interfensi dalam menentukan kebijakan politik, ekonomi, dan isu sosial-budaya sebuah negara. Dan tentunya sangat enteng sekali bagi mereka untuk menanamkan paham Sekular, Plural, Liberal dalam lini kehidupan sebuah bangsa.

Ketiga, pembentukan paradigma dan ideologi publik melewati media massa, pers, dan industri hiburan baik musik maupun perfilman kepada sebuah central object yang mereka kehendaki. Maka lihat saja saat mereka membuat rekayasa 9/11 dan menyebutnya sebagai tindakan "Islam Teroris" tak heran jika seluruh dunia serempak turut menyahutnya dengan "Aaaamiiin…"

Perhatikan saja bagaimana dunia dibuat seolah "beriman" bahwa kiamat benar-benar akan terjadi pada tahun 2012 hanya gara-gara sebuah film yang mereka blow-up dengan begitu antusiasnya. Dan saksikan saja bagaimana mereka sangat concern menciptakan dunia hiburan penuh kamuflase yang dapat membuat pemuda-pemudi menjadi "generasi sampah" dan terus terlelap dalam mimpi indah mereka. Semua itu mereka lakukan sebagai wujud dari mind control yang merupakan bentuk halus dari sebuah hipnotis massal.

Jangan dilupakan juga bahwa film Sherlock Holmes ini adalah produksi Warner Bros, dimana Jack Warner –salah satu pendiri Warner Brothers– dan juga Louis B. Mayer (MGM), dan Darryl Zanuck (20th Century Fox) adalah orang-orang Freemason yang memiliki industri perfilman terbesar di Holywood. Warner Bros juga-lah yang mengangkat serial sihir Harry Potter yang penuh kontroversi itu ke layar lebar.

Selain langkah-langkah di atas, para globalis juga memiliki planning terkejam berwujud "depopulasi penduduk" yang diaplikasikan dengan menciptakan sejumlah perang dunia dan menciptakan virus-virus mematikan yang sengaja mereka buat untuk mengurangi jumlah "manusia kelas rendah" dan menjadikan dunia ini sebagai tempat bagi "manusia pilihan" saja. Oleh karenanya tidak menutup kemungkinan jika mereka akan menggulirkan perang dunia ke-III dengan poin konflik perebutan tanah Palestina, Irak, Afghanistan yang akan memicu clash antara Arab dan Barat. Tidak heran pula jika variasi virus baru –seperti flu burung dan flu babi– terus bermunculan di negara-negara miskin.

Kaum globalis sebenarnya bukanlah murni penganut Yahudi, mereka jauh lebih sesat daripada Yahudi yang telah sesat itu. Yahudi dan Kristen Ortodoks sebenarnya memiliki keserupaan teologi, bahwa mereka masih mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa, namun mereka kemudian tersesat ketika mengatakan bahwa 'Uzair (Ezra) dan Isa (Yesus) adalah anak Tuhan. Mereka juga terkunci hatinya karena tidak menerima Risalah Muhammad saw. meskipun hal itu telah termaktub jelas di dalam Taurat dan Injil mereka.

Itulah sebabnya mereka dinamakan dengan "Ahlu Kitab", dimana syariat Islam memiliki beberapa hukum khusus berkaitan dengan musyrik ahli kitab ini. Namun sekarang Yahudi dan Nasrani yang kita kenal sungguh berbeda, banyak diantara mereka yang jauh lebih tersesat dan keluar dari "akidah" Ahlu Kitab. Mereka tidak lagi menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tapi beralih menyembah Lucifer, Baphomet, Sun-God atau bahkan menjadi seorang Atheis yang sama sekali tak bertuhan. Lalu timbullah "tarekat-tarekat" sempalan seperti Freemasonry dan Zionisme yang bahkan orang Yahudi Ortodoks sendiri mengecamnya.

Dari sini kita dituntut untuk proporsional dalam menilai Yahudi sebagai Ahlu Kitab, atau Yahudi sebagai Ahlu Dzimmah atau Yahudi sebagai Kafir Muharib, atau Yahudi sebagai Zionis. Namun apapun itu, yang namanya Yahudi tetap saja Yahudi, mereka adalah musuh bersama umat Islam. Hal inilah yang seharusnya menjadi koreksi utama bahwa musuh utama kita bukanlah sesama muslim yang hanya berbeda madzhab, ormas maupun partai saja. Namun common enemy kita sebagai umat Islam adalah jelas, yaitu semua yang memusuhi Islam baik itu Yahudi, Nasrani, Freemasonry, Illuminati, atau apa sajalah namanya persekutuan itu selama mereka menimbulkan kerusakan di muka bumi dan menciptakan permusuhan terhadap Islam.

Konspirasi globalis memang bukanlah isapan jempol dan ia benar-benar terjadi dalam dunia nyata. Kumpulan organisasi sejenis Bilderberg, Trilateral Commission, Bohemian Club, Round Table Groups dan sebagainya adalah beberapa klub yang memiliki misi generik yang sama dalam mewujudkan "Tata Dunia Baru". Namun hal tersebut tak perlu membuat kita menjadi tidak pede dan memandang mereka begitu dahsyat dan sangat "wah!". Lalu ketika ada sesuatu terjadi langsung diklaim sebagai "konspirasi," sedikit-sedikit "Yahudi," ada ini-itu "Freemasonry." Tentu ini adalah sikap permisif yang terkesan minder menghadapi realita.

Sehebat apapun propaganda mereka sesungguhnya tak lebih dari sebuah makar setan yang lemah seperti sarang laba-laba. Bukan salah Yahudi jika kita terjebak dalam umpan mereka, bukan salah setan jika manusia terhasut oleh bujukannya. Itu memang sudah menjadi pekerjaan iblis untuk terus menyesatkan, menjerumuskan dan mencelakakan manusia. Bagi kita umat Islam, jihad melawan hawa nafsu adalah lebih berat dan lebih utama dibanding jihad melawan musuh di medan perang. Lalu, bagaimana mungkin kita menaklukkankan pasukan dajjal jika mengalahkan diri sendiri saja belum mampu?.

Musa Yusuf al-Amien
Mahasiswa Program Diploma Universitas Al-Azhar Cairo


Sabtu, 27 Maret 2010

STRUKTUR AL QUR'AN

Mempelajari sejarah perjalanan para nabi-nabi pada dasarnya kita mempelajari proses perkembangan peradaban manusia. Tinggi rendahnya suatu peradaban identik dengan tinggi rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan oleh manusia pada masa yang bersangkutan. Yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan disini bukanlah sekedar hasil aktivitas nalar dan panca-indera saja, tetapi lebih daripada itu. Panca indera seringkali menyesatkan manusia dalam upayanya mencari kebenaran. Ada keterbatasan pada panca-indera maupun kapasitas otak manusia sedangkan pada sisi lain aspek kehidupan secara keseluruhan adalah sedemikian kompleks dan tidak semata bersifat empiris. Bahkan dalam kawasan empirispun masih banyak hal-hal yang belum bisa dijangkau ilmu pengetahuan. Menghadapi hal yang demikian dibutuhkan sikap kearifan untuk secara sadar bersifat terbuka terhadap keberadaan metoda-metoda lain yang bisa dipergunakan untuk lebih melengkapi metoda yang sudah ada.

Kemajuan di bidang keilmuan sering terjadi karena adanya usaha merumuskan kembali masalah lama dalam perumusan barn dalam usahanya mencari pemahaman dan pemecahan masalah secara lebih baik. Salah satu cara yang biasanya dilakukan dalam merumuskan masalah adalah melalui persepsi atau interpretasi terhadap masalah yang akan dikaji untuk mendapatkan pemecahan yang lebih baik. Mengingat bahwa kehidupan manusia berkembang terus secara dinamis dan kompleks maka interpretasi ulang terhadap pengetahuan tentang kehidupan yang bersumber darinya juga harus dilakukan secara terus menerus agar menjadi realistis.

Sebuah masalah keilmuan harus dapat dirumuskan sedemikian rupa sehingga pengumpulan data dapat dilakukan secara obyektif. Artinya bahwa data yang akan digunakan untuk analisa keilmuan harus nyata atau secara potensial ada dan tidak ditentukan/berhubungan dengan karakteristik individual atau kelompok tertentu.

Upaya penyusunan struktur adalah untuk mempermudah melihat permasalahan secara obyektif dan proporsional. Selain itu dengan terbentuknya struktur penentuan data-data yang dibutuhkan untuk keperluan analisa dapat lebih dipertanggung-jawabkan obyektifitasnya, sehingga perumusan masalah menjadi lebih realistis. Sesuai dengan sifatnya yang universal, maka perumusan masalah kehidupan (Al Qur'an) harus dilakukan secara mendasar dan umum. Untuk itu yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah memahami predikatnya sebagai pedoman hidup seluruh manusia.

Kembali kepada fungsinya sebagai pedoman hidup manusia, di dalam Al Qur'an cukup banyak ayat-ayat yang menyebutkan fungsi tersebut. Selain itu banyak pula ayat-ayat yang menganjurkan manusia untuk senantiasa melakukan observasi maupun studi eksplorasi terhadap keilmuan yang ada di dalamnya guna meningkatkan keimanan dan ketakwaannya terhadap Allah. Sebagai pedoman hidup, Al Qur'an dikatakan sudah sempurna sehingga tidak akan pernah selesai dieksplorasi setama kehidupan semesta masih ada. Konsekwensi logis dari statement tersebut adalah bahwa dari komponen-komponen yang ada di dalam Al Qur'an, dapat dibuat suatu formulasi umum tentang kehidupan semesta alam. Formula tersebut harus mampu menjelaskan seluruh aspek-aspek kehidupan yang ada serta hubungan dari seluruh aspek yang terkait satu sama lainnya, Aspek-aspek kehidupan yang di maksud tersebut dapat digolongkan menjadi 3 kelompok besar, yaitu :

1. Aspek pelaktu utama kehidupan, yaitu manusia dengan peran tunggalnya sebagai wakil Tuhan di dunia yang mempunyai tugas sebagai pengatur dan pengelola alam semesta untuk menjaga bukan saja kelestarian spesiesnya sendiri tetapi juga kelestarian isi alam lainnya. Peran dan fungsi tersebut bukan sekedar hanya menghidupkan dan menghidupi diri atau spesiesnya sendiri tetapi juga terhadap penghuni alam semesta lainnya, baik itu tumbuhan maupun binatang.

2. Aspek ruang di mana proses kehidupan berlangsung, yaitu alam lengkap dengan segala kehidupan yang ada di dalamnya. Pengertian alam disini adalah seluruh aspek kehidupan yang terkait dan mendukung kehidupan manusia, baik secara pribadi maupun keseluruhan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. Aspek permasalahan yang timbul karena adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya ataupun antara manusia dengan alam. Masalah-masalah tersebut dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

a. Masalah manusia dengan dirinya sendiri (sebagai mahluk individual).

b. Masalah manusia dengan sesamanya (sebagai mahluk sosial).

c. Masalah manusia dengan alam (sebagai salah satu variabel dari ekosistem). Apa yang telah disebutkan secara sederhana seperti tersebut diatas secara tersirat dapat dipahami sebagai penjelasan dari ayat-ayat berikut:

QS.41 Al Fushilat: 53; "Akan Kami perlihatkan kepada mereka kekuasaan Kami yang ada di segenap penjuru alam dan pada dirinya sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa yang Kami wahyukan itu adalah benar. Belumkah cukup bahwa Tuhanmu menyaksikan segala-galanya ?"

QS.51 Adz Dzaariyat: 20; "Dan bagi orang-orang yang yakin, di muka bumi terdapat tanda-tanda kekuasaan Tuhan".

QS.51 Adz Dzaariyaat: 21; "Dan pada dirimu sendiri tanda-tanda kekuasaan Tuhan itu tidakkah kamu perhatikan ?"

Dari ke 3 ayat tersebut dapat diambil pengertian sebagai berikut :

Ayat-ayat atau dalil-dalil kekuasaan atau sering disebut sebagai sunatullah, secara tekstual dapat di temukan di dalam kitab, namun essensi dari ayat-ayat adalah seluruh phenomena atau fakta-fakta yang ada dan tersebar secara luas diseluruh penjuru kawasan realitas.

Bahwa di dalam Al Qur'an terdapat 2 kelompok ayat-ayat, dimana kelompok pertama menjelaskan tentang phenomena alam sedangkan kelompok kedua menjelaskan tentang diri manusia.

Dari yang pertama, selain mengisyaratkan sifat universalitas Al Qur'an yang menuntut keterbukaan sikap terhadap perbedaan, juga menjelaskan tentang konsep laku yang berorientasi kepada keseimbangan laku untuk mencapai kehidupan yang harmonis dengan alam semesta. Perilaku keseimbangan yang dimaksud disini adalah keseimbangan fungsional antara manusia sebagai pribadi, sebagai mahluk sosial ataupun sebagai salah satu mata rantai dari kehidupan alam semesta di satu sisi dengan kehidupan alam semesta pada sisi yang lain. Untuk itu yang perlu dipahami bukan saja kaitan antara manusia dengan sesamanya tetapi juga antara manusia dengan alam.

Yang kedua, berdasarkan fakta yang ada di dalam Al Qur'an dan dengan logika yang sederhana dapatlah diketahui bahwa di dalam Al Qur'an terdapat 2 kelompok ayat-ayat yaitu Surat dan Al Juz. Terdapat perbedaan yang mendasar sekali diantara keduanya, yakni surat mempunyai judul sedangkan Al Juz tidak berjudul. Selama ini judul surat selalu tidak mempunyai peran apa-apa terhadap ayat- ayat yang ada di dalam surat yang bersangkutan, selain hanya dipakai sebagai indikator darimana ayat yang bersangkutan diambil. Padahal judul tidak ada bedanya dengan nama, yakni mewakili suatu pengertian tertentu dari yang diberi judul. Peran penting sebuah judul atau nama dapat dilihat secara jelas pada ayat-ayat sebagai berikut:

QS.2 Al Baqarah: 31; “Allah mengajarkan kepada Adam seluruh nama-nama Benda, kemudian Allah menampilkannya kepada malaikat, lalu beifirman: Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda ini, jika kamu memang benar!”

QS.2 Al Baqarah: 32; “Para malaikat menjawab: Maha Suci Engkau ya Allah, kami tidak mempunyai ilmu, hanya terbatas sepanjang yang pernah Engkau ajarkan kepada kami saja. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu dan Bijaksana”

QS.2 Al Baqarah: 33; “Allah berfirman: Hai Adam! Sebutkanlah kepada mereka nama-nama benda ini! Setelah Adam menyebutkan nama semua benda-benda Allah herfirman: Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa Aku mengetahui apa-apa yang tersembunyi di langit dan di bumi dan Ku-ketahui juga apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan".

Analisa terhadap setiap judul dari 114 surat diperoleh kesimpulan bahwa surat menjelaskan fakta-fakta atau phenomena alam, konsekwensi langsungnya adalah manusia dijelaskan oleh Al Juz. Bahwa analisa terhadap setiap judul surat mengarah kepada phenomena alam dapat dilihat pada contoh-contoh dibawah ini:

Yang menunjuk kepada keberadaan manusia.

QS.76 Ad Dahri dan

QS.114 An Naas

Manusia dengan aspek kelaki-lakiannya.

QS.3 Ali Imran dan

QS.3 1 Luqman

Manusia dengan aspek keperempuannya
QS.4 An Nisaa

QS.19 Maryam

QS158 Al Mujadallah dan

QS.60 Al Mumtahanah



Manusia dengan aspek kenabiannya.
QS.10 Yunuus

QS.11 Huud

QS.12 Yusuuf

QS.14 Ibrahiim

QS.21 Al Anbiyaa

QS.47 Muhammad dan

QS.71 Nuh



Manusia dengan aspek kehidupan sosialnya
QS. 17 Al Israa'

QS.34 Sabaa

QS.30 Ar Ruum

QS.67 Al Mulk

QS.90 Al Balad dan

QS.106 Al Quraisy



Manusia dengan aspek perilakunya.
QS.23 Al Mu'minuun

QS.26 Asy Syu'araa

QS.40 Al Mu'min

QS.42 Asy Syuraa

QS.45 Al Jaatsiyaah

QS.59 Al Hasyr

QS.83 Al Muthafifin

QS.102 At Takatsuur dan

QS.109 Al Kafiruun



Aspek lingkungan atau alam

Batuan / Tanah
QS.15 Al Hijr



Pasir
QS.46 Al Ahqaaf



Gunung
QS.52 Ath Thuur



Kejadian alam
QS.13 Ar Ra’du

QS.51 Adz Dzaariyat



Benda-benda langit
QS.53 An Najm

QS.54 Al Qamar

QS.85 Al Buruj

QS.91 Asy Syams



Tanaman
QS.95 At Tiin



Binatang
QS.2 Al Baqarah

QS.6 Al An’aam

QS.29 Al Ankabut

QS.100 Al ‘Aadiyat

QS.89 Al Fajr

QS.92 Al Lail



Waktu
QS.89 Al Fajr

QS.92 Al Lail

QS.93 Adh Dhuha

QS.103 Al Ashr

QS.113 Al Falaq



Api
QS.111 Al Lahab



Ke ghaib an
QS.77 Al Mursalat

QS.79 An Naziat

QS.72 Al Jin



Dan seterusnya



Berdasarkan hal tersebut diatas maka Al Qur'an merupakan sumber ilmu pengetahuan tentang alam semesta secara keseluruhan. Sebagai kitab yang merupakan sumber segala ilmu pengetahuan, penyusunan materinya bisa dipastikan disusun berdasarkan atas struktur ataupun sistimatika yang tertentu. Karena tanpa struktur yang jelas sulit sekali melakukan identifikasi komponen-komponen penyusunnya secara obyektif dan dengan demikian perumusan permasalahannya juga mengalami hal yang sama. Ada 2 ayat yang secara jelas menyatakan bahwa Al Qur'an disusun menurut kaidah-kaidah penyusunan ilmu pengetahuan:

QS.4 An Nisaa: 166; “Mereka tidak mau peduli kepada apa yang diturunkan kepadamu itu, namun Allah telah menjadi saksi alas kebenaran Al Qur’an yang diturunkan kepadamu. Tuhan menurunkannya dengan perhitungan ilmu-Nya, sedangkan Malaikat turut menyaksikan. Cukuplah Allah yang mengakuinya”.

QS. 7 Al A’raaf: 52; "Sesunggulmya telah Kami datangkan sebuah Kitab kepada mereka. Karni jelaskan alas dasar-dasar ilmu pengetahuan dari Kami sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman "

Ilmu merupakan suatu sistim kebenaran, Al Qur'an sebagai sebuah sistim, komponen-komponen yang ada di dalamnya telah disusun secara struktural sehingga mempermudah siapa saja yang ingin mempelajarinya. Posisi komponen-komponen merupakan indikator atau menjelaskan peran dan fungsi komponen-komponen yang bersangkutan di dalam struktur. Komponen-komponen atau sering dikenal sebagai variabel/parameter keberadaannya dinyatakan secara jelas dalam QS.54 Al Qamar: 49; “Segala sesuatu Aku ciplakan serba berukuran” Indikator yang terukur adalah parameter. Adanya pengukuran-pengukuran terhadap setiap indikator mengakibatkan adanya keteraturan format. Al Qur'an yang menjadi obyek study metoda ini formatnya sangat teratur dan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Terdiri dari 30 Al Juz, dimana setiap Al Juz terdiri dari 16 halaman dan awal Al Juz selalu dimulai dari halaman sebelah kiri.

2. Ayat pertama atau sebagian dari ayat pertama Al Juz huruf-hurufnya ada yang dicetak tebal.

3. Tidak ada ayat yang terpotong oleh halaman

4. Terdiri atas 114 Surat, 6236 Ayat, 558 Tanda Ruku' [ Í ].

5. Terdiri atas 485 Halaman dimana setiap halaman terdiri dari 18 Baris.

6. Halaman dua (2) dan-halaman tiga (3) format barisnya berbeda dengan halaman-halaman lainnya dan pada halaman satu (1 ) angka yang menunjukkan halamannya tidak ditulis .

Dengan melakukan pengamatan seksama dan obyektip terhadap keteraturan format Al Qur'an maka variabel-variabel pembentuk struktur Al Qur'an dapat disebutkan sebagai berikut:

Al Juz / Juz
Surat
Ayat
Kata
Huruf
Angka
Tanda Ruku'
Halaman
Baris
Tanda Baca
Mengingat bahwa pada dasarnva fungsi mathematik merupakan abstraksi dari struktur, maka untuk keperluan analisa struktur Al Qur'an ditransformasikan kedalam bentuk Fungsi Mathematis,

Fungsi Mathematik



Y=F(x1;x2;x3;…….;xn)

Y: dependent variable (perubah gayut)

X: independent variable (perubah bebas)


Dan Al Qur'an setelah ditransformasikan kedalam fungsi mathematik bentuk strukturnya menjadi sebagai berikut ;

Struktur Al Qur'an.

AI Qur'an = F ( Juz; Surat; Ayat; Kata; Huruf; Angka;Tanda Ruku';Halaman; Baris; Tanda Baca ).

Al Qur'an sebagai dependent variable, sedangkan Juz; Surat sampai dengan Tanda Baca merupakan independent variable.


Transformasi bentuk tersebut sangat memungkinkan mengingat bahwa selain fungsi matematik merupakan abstraksi dari bangunan suatu struktur, juga dengan bangunan tersebut variabel-variabelnya sekaligus dapat terlihat secara jelas. Hal tersebut sangat membantu sekali dalam melihat hubungan (korelasi) yang terjadi antara masing-masing variabel. Sehubungan dengan aktualisasi kebenaran rasional dalam kawasan empirik ada satu hal yang harus di perhatikan yaitu masalah ketepatannya, bukan lagi kebenaran. Ketepatan tersebut di tuntut mengingat adanya perbedaan-perbedaan yang ada dalam realitas dan sangat berpengaruh terhadap kualitas pola pikir dan kegiatan kehidupan manusia. Aspek-aspek yang menyebabkan timbulnya perbedaan tersebut jumlahnya banyak sekali, di antaranya dapat disebutkan sebagai kondisi geografis, sistim nilai dan budaya dan lain sebagainya. Keberadaan ancaman tersebut secara jelas dapat diketemukan pada ayat berikut:

QS.49 Al Hujurat ayat 13; "Hai manusia! Kami menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Yang teramat mulia di antaramu di sisi Allah, adalah orang yang lebih bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Mengenal”.

Ayat tersebut di atas secara tersirat mengakui adanya perbedaan dalam sistim nilai dan budaya yang pada hakekatnya merupakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap gejala sosial. Keberadaan faktor-faktor tersebut sangat besar jumlahnya dan kompleks.

Interaksi antara faktor-faktor tersebut sangat dinamis dan berubah terus setiap waktu. Kondisi yang demikian membuat kehidupan manusia sangat berbeda dengan kehidupan mahluk lainnya. Kehidupan manusia adalah kehidupan yang dinamis bukan kehidupan yang statis. Dengan kondisi kehidupan yang dinamis dan kompleks maka manusia menjadi mahluk hidup yang tumbuh dan berkembang dengan dinamis pula. Keberagaman atau perbedaan tetap harus di kembangkan, sebab tanpa ada perbedaan bisa dipastikan yang muncul adalah kondisi yang statis, selanjutnya perkembangan hanyalah merupakan angan-angan kosong. Selain itu perbedaan juga merupakan manifestasi dari kehendak bebas manusia selain merupakan hakekat dari penciptaan alam semesta. Oleh karena itu dapat di simpulkan bahwa struktur semesta alam ini di bangun di atas konsep perbedaan.

Rabu, 24 Februari 2010

CARA AL-QUR'AN MENGAJAK BERFIKIR

Al-Qur’an memiliki banyak perbedaan dengan kitab-kitab samawi lain yang diturunkan kepada para Nabi sebelum Muhammad SAW.
Keistimewaan Al-Qur’an itu terus dieksplorasi oleh para ulama salaf maupun khalaf. Saat ini telah ada ratusan atau bahkan ribuan literatur yang ditulis para ulama.
Literatur-literatur itu berusaha membongkar Al-Qur’an dari banyak sisi. Mulai dari bahasa, adab (sastra), ghaib (metafisika), sampai ilmu pengetahuan alam. Bukan mustahil kandungan-kandungan dalam Al-Qur’an tidak terdapat pada kitab-Nya terdahulu.
Salah satu sisi menarik kandungan Al-Qur’an adalah keterkaitan dengan masalah psikologi dan karakter manusia. Yaitu, bagaimana cara Al-Qur’an mengajak manusia untuk berpikir.
Ada banyak jalan di dalam Al-Qur’an yang membuka pemikiran, sehingga manusia mau menggunakan akal sesuai dengan fungsinya untuk berpikir.
Secara eksplisit atau dalam istilah ‘Ulumul Qur’an disebut mantuq (makna yang tampak jelas menempel pada lafal), Al-Qur’an menggunakan kata-kata afala ta'qilun, afala tadzakkarun, afala tatadabbarun, afala tatafakkrun yang berarti "apakah kalian tidak berpikir?", pada banyak ayatnya. Intinya merangsang manusia untuk menggunakan akal dan pikirannya.
Namun tidak jarang Al-Qur’an menggunakan perumpamaan atau kisah yang secara implisit mengajak manusia untuk berpikir.
Misalnya ketika Allah SWT menjelaskan kepada manusia bahwa sedekah yang dikeluarkan karena riya, tidak ikhlas dan menyakiti orang yang menerimanya, tidak akan membuahkan pahala sesuatupun.
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian”.
Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah , kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak berdebu)...". (QS.2. Al Baqarah 264).
Al-Qur’an mendeskripsikan kondisi sebuah lempengan batu yang tertutup lapisan pasir tipis. Sekilas, jika tidak dicermati, tanah itu tanah yang subur.
Begitu juga dengan sedekah yang disertai dengan menyebut-nyebut dan menyakiti, manusia akan menyangka sedekah tersebut diterima, padahal sebenarnya tidak membuahkan pahala sedikitpun seperti halnya lapisan pasir dan tanah yang disapu guyuran hujan.
Contoh lain, ketika Allah SWT "mengilustrasikan" tuhan-tuhan yang disembah selain Dia dan menegaskan lemahnya kekuatan mereka, Allah menjelaskannya dalam untaian kalimat perumpamaan yang menusuk hati.
QS.29. Al-Ankabut 41: "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui."
Pemakaian kata laba-laba sebagai musyabbah bihi (kata yang menjadi perumpamaan), dan pekerjaan membuat sarang sebagai wajhus syabh (sisi atau sifat yang sama, yaitu lemah), sangtlah beralasan.
Allah mentafsirkan orang-orang yang mempersekutukanNya ibarat laba-laba. Capek-capek ia buat, ternyata sangat lemah dan rapuh. Dengan hanya sekali tiup, terbang serta rusaklah rumah laba-laba itu.
QS.7. Al-A'raf 40: "Sesungguhnya orangorang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapNya, sekalikali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit, dan tidak pula mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum".
Ayat-ayat itu menggambarkan sebuah perumpamaan yang sekilas kelihatan remeh namun bisa membuat hati bergetar.
Betapa tidak? Allah mengganjar orang-orang yang mendustakan ayat-ayatNya dan menyombongkan diri terhadapNya dengan tidak masuk surga selama unta tidak bisa masuk ke lubang jarum. Artinya, mereka tidak mungkin masuk surga selama-lamanya.
QS.14. Ibrahim 18: "Orang-orang yang kafir terhadap Tuhannya, amal-amal mereka seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia)...".
Dari ayat tersebut, tergambar jelas bagaimana jika amal perbuatan tidak dilandasi dengan iman, sekalipun perbuatan itu baik di mata agama dan masyarakat maka akhirnya seperti debu yang ditiup angin yang kencang, berhamburan dan tercerai berai ke segala penjuru dan tidak akan pernah berkumpul kembali.
Kadangkala Allah menggunakan kata-kata tertentu yang jika diucapkan secara jahr, memunculkan gambaran tentang keadaan dan situasi tentang materi yang. dimaksud.
Misalnya, ketika Allah SWT menjelaskan tentang was-was dalam QS.114. An Nas 1 – 6, Dia memilih kata-kata yang menjadi akhir ayat dengan huruf yang secara dominan menjadi penyusun kata waswas itu sendiri yaitu huruf sin.
Ketika dibaca dan dilafalkan ayat demi ayat secara berurutan (washal) sampai akhir surat, seakan-akan terjadi pengucapan secara berulang-ulang pada kata was-was dan mengandung penekanan makna dari kata tersebut.
Begitu pula dengan kata-kata yang Allah SWT pilih sebagai sinonim hari kiamat. Dari segi pengucapannya, sangatlah berat seakanakan menggambarkan kondisi hari kiamat yang juga bisa jadi lebih berat.
Dalam hal ini kata-kata As-Shaakhah dan At Thaammah perlu dicermati. Jika diamati dari sisi ilmu tajwid, kedua kata tersebut terdapat bacaan mad lazim Mutsaqqal kilmi, karena setelah huruf mad terdapat taysdid. Artinya dalam pengucapannya ada penekanan yang berat (mutsaqqal).
Demikian pula, pada pemilihan kata-kata "Yasysyaqqaqd', QS.2. Al Baqarah 74: "...Dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari batu tersebut..."
Dengan hanya melafalkan ayat itu, tergambar jelas dahsyatnya air yang muncrat dari pecahan batu tersebut. Dalam makhanjul huruf (tempat keluarnya huruf), huruf syin keluar dari tengah lidah dan langit atas.
Selain itu, Syin juga mempunyai sifat tafassyi yang artinya menyebar. Yaitu, menyebarnya udara ke seluruh mulut ketika mengucapkan huruf syin, seperti tersebarnya percikan air ke segala penjuru ketika keluar pertama kalinya.
Perlu juga dicermati penggunaan kata "Yassha'add pada QS.6 Al-An'am 125: " Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah dia lagi mendaki langit..".
Ketika ayat itu dibaca sampai pada kata Yassha'adu, dari sisi bunyi atau lafal seolah-olah tersedak atau tercekik.
Wajar, karena pada kata tersebut, terdapat dua huruf isti'la, artinya lidah terangkat , sehingga terkesan berat ketika mengucapkan huruf tersebut.
Menariknya, huruf shad dan 'ain ditasydid, kalau diuraikan dan dijumlahkan ada 4 huruf isti'la, 2 shad dan 2 'ain.
Kondisi yang sama akan dialami jika seseorang naik ke langit dan mencapai ketinggian tertentu dimana tidak ada oksigen.
Dengan kata lain, dengan membunyikan ayat Al-Qur’an, sudah dapat ditangkap makna yang dikandungnya, subhanallah....
Cara yang lain yang juga dipakai Al-Qur’an adalah dengan melontarkan pertanyaan oratoris. Yaitu, pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Misalnya QS.6 Al-An'am 46 dan 47: "Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah Tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana kami berkali-kali memperlihatkan tandatanda kebesaran (kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga)."
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan Allah selain orang-orang yang dzalim?"
Pertanyaan yang terdapat pada ayat itu sangat menggelitik dan membuat manusia berpikir. Ilmu kedokteran modern dengan didukung teknologi yang canggih pun tidak akan sanggup membuat mata dan telinga menyamai ciptaan Allah yang asli baik secara bentuk maupun fungsi, apalagi membuat organ dalam manusia.
Jujur, terhadap orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, pada dasarnya mereka tidak menggunakan akal pikiran mereka, kalaupun mereka memakainya, mereka mengingkari akal dan hati mereka sendiri.
Wajar, jika Allah menggunakan kata kafir untuk menyebut orang yang semacam ini, karena secara bahasa kafir adalah mengubur, menanam, menutup.
Mereka mengubur dan menanam dalam-dalam apa yang dikatakan oleh akal dan hati mereka karena kesombongan dan nafsu mereka. Na'udzu billah...

Tabloid Khalifah Edisi 25Rata Penuh

Senin, 18 Januari 2010

ORGANISASI RAHASIA DI INDONESIA

Indonesia yang memiliki banyak sekali keistimewaan dibanding negara-negara lain di dunia, seperti kandungan kekayaan alamnya yang melimpah, letaknya yang sangat srategis, iklimnya yang sangat bersahabat, populasi penduduknya yang besar, perairannya yang luas dan kaya, dan sebagainya, memang sejak lama menjadi incaran kaum imperialis dan kolonialis. Dari Spanyol dan Portugal hingga Inggris, Belanda, Jepang, dan juga Amerika Serikat. Bangsa-bangsa penjajah ini sejak lama ingin menjadikan negeri ini sebagai wilayah jajahannya dan kita tentu memahami bagaimana sejarah bercerita tentang hal tersebut.

Allah SWT telah befirman dalam banyak ayat di dalam kitab suci Al-Qur’an jika kehidupan di dunia ini senaniasa diisi dengan peperangan antara yang haq melawan kebathilan, antara pasukannya Rasulullah SAW melawan pasukannya Iblis, Setan, Dajjal, atau pun dalam kamus Barat disebut sebagai Lucifer. Ini meneruskan peperangan yang telah dilakukan Ibrahim a.s. melawan Namrudz, Musa a.s. melawan Firaun, Isa a.s. melawan Yahudi Kabbalis (para tetua Sanhendrin) yang berkumpul di dalam istana Roma, dan Rasulullah SAW melawan para tetua musyrikin Quraiys.

Demikian pula dengan sejarah manusia setelah masa Rasulullah SAW hingga hari akhir, senantiasa diisi dengan peperangan antara pengikut Rasulullah SAW, para penyeru ketauhidan, melawan para pengikut Dajjal yang menyerukan kepada kemusyrikkan, para penyembah berhala berupa uang, tahta atau jabatan kekuasaan, yang seringkali bersamaan dengan nafsu untuk bisa ‘menjajah’ wanita sebanyak-banyaknya. Satu nafsu rendah dari manusia yang tak kan pernah terpuaskan.

Sejarah Indonesia pun tidak terhindarkan dari hukum besi, iradatullah, kehidupan dunia. Sebelum merdeka pada 17 Agustus 1945, bangsa ini seolah menyatu melawan penjajah yang dalam sosoknya memang beda: berbadan lebih besar, hidung lebih mancung, rambut pirang, dan sebagainya. Dulu, musuh bangsa ini sangat nyata dan mudah dibedakan sehingga rakyat banyak yang mengetahuinya.

Selaras dengan kemajuan zaman, strategi dan taktik peperangan pun mengalami kemajuan. Dajjal dan para pengikutnya pun selalu melakukan inovasi straegi dan taktiknya. Jika dulu musuh kaum tauhid begitu jelas dan tegas, maka sekarang batasan-batasan itu sengaja dibuat kabur dan sangat tipis oleh para pengikut Dajjal sehingga bayak manusia tertipu.

Amerika Serikat adalah satu negeri besar yang sebenarnya dikendalikan oleh segelitir elit rahasia yang menuhankan Lucifer atau Dajjal. Rakyat Amerika pun banyak yang tidak menyadari hal ini. Para elit ini memiliki jaringan yang sangat luas di seluruh dunia dan sangat bernafsu untuk menjajah semua umat manusia untuk diperbudaknya. Tujuan akhir kelompok elit ini adalah menciptakan satu dunia yang baru dimana mereka menjadi penguasa satu-satunya dan selain mereka adalah budak, dan satu dunia yang hanya memiliki satu agama bernama Pluralisme.

Berbagai organisasi dibentuk oleh elit Luciferian ini dengan nama-nama yang berbeda. Di antaranya adalah Freemasonry, Illuminati, Bohemian Groove, The Round Table, Bildeberger, Zionis, Trilateral Commission, Neo-Liberal, Liberal Christianity atau juga Judeo-Christian, Islamic Liberal (di Indonesia bernama Jaringan Islam Liberal atau JIL), Gereja Setan, dan sebagainya. Mereka inilah sesungguhnya penguasa dunia sekarang dan yang juga menjajah rakyat Amerika Serikat.

Kelompok Luciferian atau Dajjal ini telah berhasil menjajah kembali Indonesia sejak kejatuhan Soekarno. Orde Baru (The New Order) adalah kreasi mereka yang menyimbolkan jika negara kaya ini merupakan modal bagi pelaksanaan The New World Order. Jenderal Suharto merupakan salah satu tokoh sentral yang membawa negeri ini kembali ke dalam masa penjajahan lagi. Jika dulu orang-orang bule langsung datang ke negeri ini dan melakukan penjajahan, maka sekarang sudah tidak perlu lagi demikian, karena banyak orang-orang Indonesia sendiri yang ternyata mau diajak bersekutu dengan kaum Dajjal untuk menghisap kekayaan bangsa dan negerinya sendiri. Banyak orang Indonesia yang mau menjadi pelayan bagi kepentingan kelompok Dajjal dalam menghancurkan negerinya sendiri. Ini dilakukan tentu ada imbalannya. Orang Indonesia yang menjadi budak-budak Dajjal Internasional ini diberi kemewahan hidup, kaya raya, dan dengan begitu sangat mencintai dunia yang bagi mereka adalah surga. Inilah salah satu tipu daya Dajjal kepada manusia.

Sejak masa Harto, Indonesia telah jatuh ke dalam cengkeraman kelompok Dajjal Internasional. Kondisi ini diteruskan oleh para penguasa seterusnya sampai detik ini. Semua orang Indonesia, apakah itu para intelektual, tokoh dan aktivis agama, rohaniawan, sipil maupun militer, yang tertipu oleh tipu daya Dajjal ini, tertipu oleh kelezatan kehidupan duniawi yang ditawarkan dan diberikannya, mau menjadi budak-budak Dajjal dengan senyum yang lebar. Mereka semua telah terlena dan terbius oleh dunia yang diciptakan Dajjal sehingga merasa nyaman dan tidak ingin keluar dari lingkungan yang penuh dengan segala kemewahan dan kelezatan. Bahkan banyak yang sujud syukur ketika namanya masuk ke dalam lingkungan Dajjal bagaikan hendak memasuki gerbang surga. Padahal semua ini adalah tipuan Iblis.

Ada banyak tokoh Indonesia yang menjadi anggota kelompok Dajjal Internasional. Bahkan di tahun 2006, terdapat sekurangnya lima tokoh Indonesia yang jelas-jelas masuk dalam daftar keanggotaan Trilateral Commission untuk wilayah Asia-Pasific. Dan berapa banyak tokoh Indonesia yang masuk menjadi anggota Neo Liberalis dengan simbol piramida? Coba Anda tengok sekarang, siapa partai politik yang simbolnya adalah membuat piramida (segitiga) dengan tangannya? Piramida adalah simbol kelompok Dajjal yang paling purba, merujuk pada bentuk piramida Mesir Kuno yang merupakan induk bagi ilmu sihir Kabbalah.

Banyak yang tidak percaya dengan apa yang telah dipaparkan dengan begitu gamblang. Semua ini disebabkan otak dan wawasan manusia Indonesia yang telah banyak diracuni oleh upaya disinformasi dan cuci otak melalui media-media besar dan sebagainya, hingga orang-orang jahat didukung habis-habisan dan orang-orang baik yang menyeru kepada ketauhidan malah dianggap sebagai agen Mossad, agen BIN, dan sebagainya. Dunia memang telah terbalik. Dan di sudut yang paling gelap di sana, Dajjal tengah tertawa terbahak-bahak melihat banyak manusia Indonesia yang dengan bodoh dan bebalnya begitu bangga mengibarkan panji NeoLib sekarang ini. Mereka dengan senyum mengembang tengah berlari melewati jalan Dajjal yang begitu mulus dan lapang, namun tidak sadar jika diujung jalan itu ada jurang yang amat dalam bernama Neraka Jahanam.

Selasa, 05 Januari 2010

Fitnah Medis Modern

Nabi Muhammad saw lebih mengkhawatirkan rangkaian fitnah sebelum munculnya fitnah Dajjal yang terjadi di tengah ummat Islam. Nabi sampai menyatakan bahwa barangsiapa dapat menyelamatkan diri dari segenap rangkaian fitnah tersebut berarti ia sangat potensial untuk dapat selamat dari fitnah yang paling dahsyat sepanjang zaman, yaitu fitnah Dajjal.

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ
مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ


Suatu ketika ihwal Dajjal dibicarakan di hadapan Rasulullah saw. Kemudian beliau bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal). Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali dalam rangka menyongsong fitnah Dajjal.”(HR Ahmad V/389)

Sebelum Dajjal muncul untuk menebar fitnah dan kekacauan ke seluruh dunia, maka dunia sudah sangat heboh dengan hadirnya aneka fitnah di segenap lini kehidupan seolah menyambut kedatangan puncak fitnah, yaitu Dajjal. Nabi menjamin tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal). Artinya, barangsiapa sebelum kedatangan Dajjal sudah cukup sensitif dan cukup cerdas untuk membentengi diri dan keluarganya dari berbagai fenomena kehidupan modern yang pada umumnya sudah mengalami kontaminasi nilai, maka sangat besar kemungkinan iapun bakal selamat dari puncak fitnah, yaitu Dajjal. Dan tentu sebaliknya pun bakal terjadi, yaitu barangsiapa yang terjebak oleh satu apalagi lebih rangkaian fitnah sebelum keluarnya Dajjal, berarti ia telah menyebabkan diri dan keluarganya terperangkap ke dalam puncak fitnah yaitu Dajjal.

Rangkaian fitnah sebelum munculnya Dajjal meliputi segenap aspek kehidupan manusia. Ia mencakup fitnah ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hiburan, informasi, medis, militer, pendidikan, hukum, pertahanan-keamanan. Potensi seseorang terjebak kepada salah-satu fitnah sebelum Dajjal sangat menentukan seberapa jauh -pada gilirannya- ia bakal selamat atau malah ikut terjerat ke dalam fitnah Dajjal. Jeratan rangkaian fitnah akan mengincar setiap orang sesuai kecenderungan dirinya. Ada yang terjerat oleh fitnah ideologi, ada yang terjerat oleh fitnah politik, ada yang terjerat oleh fitnah hiburan atau informasi.

Dalam kesempatan ini kami ingin mengangkat soal jeratan fitnah medis modern. Ahmad Thomson menulis dalam kitabnya Sistem Dajjal bahwa aspek medis modern termasuk salah satu pilar yang menopang beroperasinya Sistem Dajjal. Coba perhatikan cuplikan tulisan beliau di bawah ini:

”Selama lima puluh tahun terakhir, sistem rumah sakit kafir termasuk salah satu bagian yang penting dalam proses produsen-konsumen. Sistem ini didirikan untuk menjaga kesehatan masyarakat agar selalu siap bekerja. Padahal justru akibat cara hidup masyarakat yang wajib berpijak pada tata-cara proses produsen-konsumen, maka muncul berbagai penyakit. Sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, menciptakan penyakit-penyakitnya sendiri, dengan demikian menciptakan kerja bagi mereka yang bekerja di sistem rumah sakit.

Sistem rumah sakit dijalankan bak sebuah bisnis. Semua orang diupah untuk pekerjaannya. Banyak sekali orang yang menggantungkan kelangsungan hidupnya pada sakitnya orang lain – dan dengan cara hidup yang mau tak mau muncul dan berkembang akibat cara kerja negara produsen-konsumen modern, maka terjaminlah pasokan orang sakit dalam jumlah yang sangat besar, cukup untuk menyibukkan dan melestarikan bisnis sistem rumah sakit, sekaligus menjamin adanya pekerjaan yang langgeng dan menguntungkan bagi begitu banyak bisnis terkait lainnya, yang memasok peralatan dan obat-obatan ke rumah sakit-rumah sakit dan dokter-dokter.”

Jadi, sistem medis modern pada hakikatnya berdiri di atas fondasi faham materialisme. Ia merupakan sebuah bisnis yang beroperasi dengan proses produsen-konsumen. Sistem medis modern sejatinya tidak bermaksud untuk benar-benar menyembuhkan masyarakat dari berbagai penyakit yang mereka derita. Ia mengandalkan obat-obatan kimiawi yang sesungguhnya dibuat dari zat-zat toxic (racun) yang malah menimbulkan berbagai problem baru bila dikonsumsi pasien. Perhatikan lebih lanjut tulisan Ahmad Thomson berikut ini:

”Sebagaimana sistem pabrik dan sistem pendidikan kafir, sistem medis kafir dijalankan bak sebuah bisnis. Sistem medis kafir tak begitu peduli pada penyembuhan dan apa yang bermanfaat atau tidak. Bahkan merupakan sebuah bisnis besar bagi perusahaan-perusahaan farmasi yang memasok obat-obatan dan peralatannya, seraya memelihara beribu-ribu pekerja yang dikaryakan untuk menambal para pasien, agar mereka pun bisa dikaryakan. Kini, kita lebih sering mendengar mahasiswa kedokteran berbicara mengenai gaji-gaji besar yang mereka cita-citakan – apabila telah lulus ujian dan mendapat secarik kertas – dibanding dengan berbicara mengenai cita-cita mereka untuk menyembuhkan banyak manusia, atau berbicara mengenai bagaimana cara mencapai penyembuhan tersebut.”

Padahal jelas Nabi Muhammad bersabda bahwa bagi setiap penyakit ada penawarnya, kecuali penyakit usia lanjut. Dan Nabi melarang untuk berobat dengan zat yang diharamkan Allah.

”Mereka (para sahabat) bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)". (HR. Ashabussunnah)

Rasulullah bersabda: ”Allah tidak menjadikan penyembuhanmu dengan apa yang diharamkan atas kamu.” (HR. Al-Baihaqi)

Oleh karena itu kita sangat heran melihat bagaimana para dokter medis modern begitu royal menulis resep berupa antibiotik kelas berat bagi para pasiennya. Namun bilamana anak atau keluarganya sendiri yang sakit sang dokter sedapat mungkin menghindari memberikan antibiotik kepada mereka. Sebab sesungguhnya ia sangat mengerti betapa berbahayanya zat-zat yang terkandung di dalam antibiotik tadi. Sehingga Ahmad Thomson selanjutnya menulis:

”Nabi Muhammad pernah menerima kiriman abat-obatan mahal dari Mesir. Beliau mengembalikannya beserta sebuah pesan yang menyatakan bahwa cara hidup beliau adalah obat dan pengobatan yang terbaik. Begitu sempurnanya keseimbangan hidup beliau, sehingga beliau hanya pernah menderita sakit ketika ada yang berusaha meracuni makanan beliau atau berusaha menyihir beliau. Nabi Muhammad saw bersabda bahwa bila hati baik maka seluruh tubuh akan baik, dan bila hati rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh.”

Di samping itu kita juga tahu bahwa bentuk pengobatan cara Nabi ialah mengkonsumsi zat-zat natural dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan (herbal) seperti habbatus-sauda (jintan hitam) atau aneka madu serta hijamah (berbekam). Sangat kontras dengan medis modern yang mengandalkan obat-obatan kimiawi yang banyak mengandung side-effects yang sangat berpotensi merusak ginjal, lever dan pada akhirnya jantung.

Mindset umat manusia sangat diarahkan untuk bergantung kepada sistem medis modern. Sedikit-sedikit pergi ke dokter manakala sakit. Sedikit-sedikit minum obat analgesik begitu pusing atau demam. Pada saat yang bersamaan para pekerja medis modern itu telah di-brain-wash untuk memandang sebelah mata akan Thibbun-Nabawy (sistem pengobatan ala Rasulullah). Para dokter ditanamkan kecurigaan dan kesangsian mereka akan praktek berbekam ala Nabi, misalnya. Kalaulah yang ragu dan sangsi dari kalangan dokter non-muslim kita masih bisa maklumi. Tapi yang jadi masalah disini ialah keraguan yang muncul dari para dokter muslim bahkan sering hadir di pengajian...! Sungguh dahsyat rangkaian fitnah yang merebak sebelum datangnya puncak fitnah, yakni Dajjal.

Ya Allah kami berlindung kepadaMu dari rangkaian fitnah yang merebak sebelum datangnya puncak fitnah, yaitu Dajjal. Ya Allah tunjuki kami jalan-jalan keluar dari setiap fitnah yang datang menggoda hidup kami. Amin ya Rabb.

oleh Ihsan Tandjung
www.eramuslim.com

Selasa, 29 Desember 2009

Kematian Aneh Ratusan Saintis Dunia (Tamat)

Doktor Ivan Glebov dan Doktor Alexi Brushlinski (Keduanya meninggal Januari 2002). Glebov dan Brushlinski merupakan pakar mikrobiologi asal Rusia. Keduanya anggota dari Russian Academy of Science. Mereka berdua tewas akibat serangan para bandit yang diduga anggota mafia Rusia di Moskow.

Tanya Holzmayer (Usia 46 tahun, meninggal 28 Februari 2002). Pada hari yang naas itu, Holzmayer yang merupakan ahli mikrobiologi asal Rusia tewas ditembak oleh rekan kerjanya sesama ahli mikrobiologis bernama Guyang “Mathew” Huang, 38, saat dia menerima pizza dari Huang. Holzmaer tewas seketika dengan luka tembak di kepala dan di dada. Setelah menembak Holzmayer, Huang melarikan diri dan sempat menelpon isterinya jika dia juga akan bunuh diri. Tak lama kemudian Huang juga menembak dirinya sendiri dan tewas. Mereka berdua diketahui tengah meneliti sistem pertahanan tubuh terhadap virus HIV.

Robert Leslie Burghoff (Seorang saintis spesialisasi virus. Usia 45 tahun, meninggal pada 20 November 2003 akibat tabrak lari di South Braeswood, Texas).

Roman Kuzmin (Seorang mahasiswa di Connecticut asal Rusia. Meninggal Desember 2002, usia 24 tahun, setelah ditabrak oleh sebuah kendaraan). Kuzmin dikenal sebagai seorang mahasiswa yang sangat cerdas dan berdedikasi dalam ilmu bedah tulang. Kuzmin yang asal Rusia ini meninggal dunia ditabrak sebuah kendaraan. Polisi hanya menyatakan jika Kuzmin menjadi korban tabrak lari.

Dr. Roger (Meninggal musim panas tahun 2003)

Robert Aranosia (Seorang peneliti medis. Meninggal di usia 61 tahun dalam suatu kecelakaan lalu lintas, 18 Desember 2003)

Todd Kauppila (Usia 41. Meninggal 8 Mei 2005). Kaupilla merupakan ahli dalam bidang organ dalam di Rumah Sakit Los Alamos. Kematiannya misterius.

Leonid Strachunsky (Meninggal 8 Juni 2005). Spesialisasi Strachunsky adalah membuat pertahanan mikroba bagi senjata kimia. Strachunsky ditemukan meninggal dunia di kamar hotelnya di Moskow, dalam perjalanannya dari Smolensk menuju Amerika Serikat. Hasil penyelidikan menyebutkan jika kematiannya terkait dengan kasus pembunuhan terhadap seorang peneliti senior senjata biologi di Tver, Russia.

Mohammed Munim al-Izmerly (Meninggal April 2004). Saintis Irak ini ditembak tepat di kepalanya dalam suatu insiden di Amerika.

Ilsley Ingram (Usia 84 tahun, meninggal 12 April 2004 dalam kasus yang masih menjadi misteri). Ingram adalah Direktur dari Supraregional Haemophilia Reference Centre dan The Supraregional Centre for the Diagnosis of Bleeding Disorders di St. Thomas Hospital di London.

William T. McGuire (Usia 39 tahun, meninggal 5 Mei 2004). McGuire merupakan saintis senior di NJ University dan Senior Analisis Program di New Jersey Institute of Technology di Newark. Dia merupakan salah satu dari pakar dunia di bidang mikrobiologi.

Antonina Presnyakova (Usia 46 tahun, meninggal 25 Mei 2004). Seorang saintis Rusia yang bekerja dalam riset senjata biologi di sebuah laboratorium di Siberia. Keterangan resmi menyebutkan jika Presnyakova meninggal akibat virus Ebola.

Dr. Paul Norman (Usia 52 tahun, meninggal 27 Juni 2004). Seorang jenius di bidang senjata kimia dan biologi yang tewas dalam suatu kecelakaan pesawat bermesin tunggal, Cessna 206 di Devon.

Dr. Larry Bustard (Usia 53 tahun, Meninggal 2 Juli 2004 tanpa sebab yang jelas). Doktor Bustard merupakan saintis di Department of Energy Laboratorium Sandia di Alburqueque yang salah satu fokus penelitiannya adalah virus anhtrax. Bersama timnya, Bustard mengembangan teknologi baru guna melawan serangan senjata biologi dan kimia.

Professor John Clark (Usia 52 tahun, meninggal dunia 12 Agustus 2004. John Clark adalah seorang pakar di bidang bioteknologi yang sukses mengembangkan teknik modifikasi bagi beberapa tema penelitiannya, antara lain dalam teknologi kloning.

Mohammed Toki Hussein al-Talakani (Usia 40 tahun, meninggal 5 September 2004). Al-Talakani merupakan seorang ilmuwan Fisika Nuklir di Irak sejak ahun 1984. Dia tewas ditembak orang tak dikenal di Mahmudiya, Baghdad selatan.

Matthew Allison (Usia 32 tahun, meninggal 13 Oktober 2004). Saintis ini meninggal dunia saat membuka mobilnya yang terparkir di Osceola County, Fla., Wal-Mart Store. Mobil Allison langusng meledak ketika dia membuka pintunya. Allison merupakan seorang peneliti di bidang Biologi Molekuler dan Bioteknologi.

Masih ada ratusan saintis lagi dalam daftar kematian yang aneh dan misterius. Kasus seperti ini juga pernah menimpa seorang mahasiswa asal Indonesia, yang menemui kematian secara misterius di Singapura, yakni David Hartanto Wijaya.

David Dibunuh MOSSAD?

David Hartanto merupakan lulusan SMAK 1 Penabur Jakarta dan pernah mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade Matematika Internasional. David melanjutkan pendidikannya di Nanyang Technological University (NTU) melalui jalur beasiswa dan mengambil jurusan Teknik Elektro. Keterangan resmi menyebutkan jika David bunuh diri setelah menikam menikam Profesor Chan Kap Luk, dosen yang mengurusi tugas akhirnya di NTU pada 2 Maret 2009. Namun semua fakta yang ditemukan di lapangan membantah asumsi ini dengan tegas.

Data tentang David dan FYP (Final Year Project) nya telah dihapus dari database NTU. Hanya dalam 2 hari, NTU langsung menghapus data topik FYP yang sedang David kerjakan. Dalam tugas akhirnya, David diketahui mengerjakan proyek prestisus dalam sistem surveillance system 3D, suatu teknik pengintaian yang sangat berharga dalam kerja intelijen. Proyek ini seharga 500 ribu dollar, namun jika dikembangkan lebih lanjut maka menjadi satu terobosan baru di bidang pengintaian.

Sejumlah kejanggalan yang sangat jelas tentang kematian David menimbulkan dugaan jika David sengaja dibunuh dan penemuannya dicuri. Semua orang tahu, Singapura adalah basis gerakan intelijen Zionis-Israel di Asia Tenggara dan Pasifik. Apakah dengan ini berarti MOSSAD berada di balik kematian David? Bukan mustahil.

Di Indonesia, kasus kontroversial lainnya adalah soal fasilitas penelitian Angkatan Laut AS (Naval Medical Research Unit), NAMRU yang sangat kontroversial. Dr. Siti Fadhilah Supari adalah salah satu korban dari kasus ini dengan tidak dipilih lagi oleh Presiden SBY dalam susunan kabinet periode 2009-2014. Presiden Sby malah menunjuk dokter Endang Sedyaningsih, seorang pejabat Eselon II yang dikenal sangat dekat dengan NAMRU sebagai Menteri Kesehatan. Keberpihakan Endang dengan Amerika jelas dengan dimasukkannya memelihara kerjasama dengan AS dalam program seratus harinya.

Kontrol Populasi

Banyak orang percaya, dibalik semua kematian misterius ratusan saintis dunia, semua ini terkait dengan program pembatasan populasi umat manusia yang memang telah lama dilancarkan konspiran globalis. Perang merupakan program yang paling jelas bisa dilihat, sedangkan operasi-operasi tertutup lainnya adalah dengan menyerang suatu negara atau wilayah dengan penyakit, wabah, atau pun dengan menyusupkan agen-agen kimia pembunuh ke dalam bahan makanan dan obat-obatan medis seperti yang telah dilakukan mereka dalam menunggangi Codex Alimentarius yang berada di bawah PBB. Percaya atau tidak, Indonesia merupakan laboratorium terbesar mereka saat ini. (Tamat/ridyasmara)

Senin, 21 Desember 2009

Kematian Aneh Ratusan Saintis Dunia (2)

Sejak dua dekade terakhir, ratusan ilmuwan dan orang-orang jenius dunia menemui ajal dengan cara yang janggal. Dalam tulisan pertama sudah disinggung sedikit apa-apa saja yang menyebabkan kematian mereka.

Tulisan ini hanya membatasi siapa saja ilmuwan dan orang jenius dunia yang tewas sejak dari tahun 1990-an hingga 2009. Inilah nama-nama ilmuwan yang tewas yang sempat dicatat oleh berbagai suratkabar dunia (pemberitaannya sangat kecil) dan juga berbagai situs yang dikelola aktivis anti globalis:

Doktor Jose Trias (Meninggal dibunuh 19 Mei 1994). Doktor Trias dan istrinya dibunuh di rumah mereka sendiri di Chevy Chase, Maryland AS. Sebelum kematian mendatanginya, Trias bertemu dengan seorang wartawan sahabat mereka dan menceritakan jika mereka akan mengekspos tindakan kriminal dari HHMI (Howard Hughes Medical Institute) yang menjadi donatur sejumlah penelitian ilmiah yang ditujukan untuk operasi-operasi rahasia “hitam” (Black Ops research).

Doktor Jawad Al Aubaidi (Meninggal di Irak tahun 1994). Al Aubaidi merupakan seorang dokter kelahiran Irak lulusan Cornell University. Dia direkrut untuk memimpin proyek penelitian Biowar Mycoplasma, di mana salah satu proyeknya adalah memberi muatan dari gerakan super cepat dari Mycoplasma Missles dengan Strain. Berita di berbagai suratkabar menyebutkan Doktor Ubaidi dibunuh oleh Mossad dengan menabrakkan sebuah truk saat Ubaidi tengah turun dari mobil untuk mengganti bannya yang kempes di tepi jalan.

Doktor Tsunao Saitoh (Meninggal 7 Mei 1996 dalam usia 46 tahun). Doktor Saitoh merupakan salah seorang pakar di bidang protein abnormal dalam kasus Alzheimer. Tanpa sebab yang jelas, dia ditembak mati bersama dengan anak perempuannya, di LaJolla, California.

Profesor Jonathan Mann (Meninggal September 1998, di usia 51 tahun). Jonathan Mann menjabat sebagai Direktur pendiri Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk program AIDS-Global dan mendirikan Proyek SIDA di Zaire. Proyek ini sangat komprehensif dalam upaya penelitian AIDS di Afrika pada waktu itu. Pada tahun 1986, Jonathan Mann bergabung dengan WHO untuk memimpin respon global melawan AIDS. Dia menjadi direktur program global WHO pada AIDS yang kemudian menjadi program UNAids. Dia juga kemudian menjadi Direktur Francois-Xavier Bagnoud Pusat Kesehatan dan Hak Asasi Manusia, yang didirikan di Harvard School of Public Health pada tahun 1993. Pada awal tahun 1998, dia menimbulkan kontroversi ketika dengan terbuka dia menuding US National Institutes of Health telah melanggar hak asasi manusia dengan menyengaja tidak bertindak cepat untuk mengembangkan vaksin AIDS. Dia tewas di dalam pesawat dalam Penerbangan Swissair 111 di Kanada.

Elizabeth A. Rich, MD (Meninggal 10 Juli 1998, dalam usia 46 tahun). Dia adalah asisten senior profesor di Department of Medicine, University Hospitals CWRU dan dari Cleveland. Selain itu, dia juga seorang anggota komite eksekutif untuk Pusat Penelitian AIDS dan Bio-safety yang emiliki akses tingkat 3 pada fasilitas laboratorium khusus penanganan HIV, TB, dan penyakit lainnya. Elizabeth A. Rich tewas dalam suatu kecelakaan lalu lintas saat mengunjungi keluarganya di Tennessee.

Profesor Sidney Harshman (Meninggal 25 Desember 1997, dalam usia 67 tahun). Harshman merupakan pakar di bidang mikrobiologi dan imunologi, dan seorang spesialis langka di bidang Alfa-Stafilokokal Poison. Dia tiba-tiba diketemukan meninggal dunia dan pernyataan resmi menyebutkan diakibatkan oleh komplikasi diabetes.

Markus Purdey, seorang pengacara berani yang tengah mengusut kasus sapi gila. Dia tewas dalam satu kecelakaan lalu lintas misterius dan rumahnya dibakar habis, dipercaya untuk menghilangkan sejumlah arsip penting yang berisi bukti-bukti tentang keterlibatan lembaga penting dalam kasus sapi gila.

Dr C. Bruton, seorang spesialis Creutzfeldt-Jakob (CJD) yang langka di dunia. Bruton tewas dalam satu kecelakaan mobil sebelum karyanya yang akan mengejutkan publik terkait CJD dipublikasikan dalam sebuah acara seminar.

Doktor Linda Reese (Meninggal 25 Desember 2000, dalam usia 52 tahun). Beberapa hari setelah mempelajari sampel dari Tricia Zailo, 19, seorang mahasiswa tingkat dua di Michigan State University, Linda Reese meninggal dunia. Tricia Zailo sendiri sebelumnya meninggal pada 18 Desember 2000. Doktor Reese merupakan seorang ahli mikrobiologi.

Doktor Mike Thomas (Meninggal 16 Juli 2000, pada usia 35 tahun). Beberapa hari setelah memeriksa sampel yang diambil dari seorang gadis berusia 12 tahun yang didiagnosis mengidap meningitis, Doktor Thomas menemui ajal. Gadis itu sendiri selamat. Thomas merupakan seorang ahli mikrobiologi di Crestwood Medical Center di Huntsville.

Walter W. Shervington, MD (Meninggal 15 April 2000, pada usaia 62 tahun). Dia meninggal dunia dengan sebab penyakit kanker di Tulane Medical Hospital. Shervington merupakan seorang penulis yang angat detail, juga seorang dosen sekaligus peneliti tentang kesehatan mental dan AIDS di African-American Society.

Doktor Jeffrey Paris Wall (Meninggal 6 November 2001 dalam usia 42 tahun). Mayatnya ditemukan tergeletak di lantai tiga areal parkir di kantornya. Dia pernah belajar di University of California, Los Angeles. Wall adalah seorang ahli biomedis yang mengkhususkan diri dalam bidang paten dan kekayaan intelektual.

Lima Pakar Mikrobiologi yang tidak diumumkan namanya pada 4 Oktober 2001 tewas dalam “kecelakaan” pesawat udara. Sebuah rudal menghancurkan pesawat mereka yang tengah berada di atas Laut Hitam dekat perbatasan Rusia. Mereka sedang dalam perjalanan dari Israel ke Rusia (Novosibirsk) untuk suatu kepentingan yang tidak diumumkan. Novosibirsk merupakan rumah bagi ilmuwan Siberia. Di daerah ang hanya dihuni 2,5 juta orang terdapat lebih dari 50 fasilitas riset di sana dan 13 universitas.

Profesor Janusz Jeljaszewicz (Meninggal 7 Mei 2001). Penyebab kematiannya tidak diungkapkan. Profesor Jeljaszewics merupakan seorang ahli Staphylococcus dan Infeksi stafilokokus.

David W. Barry (Meninggal 28 Januari 2002, pada usia 58 tahun). Asisten senior profesor yang telah menemukan AZT, obat antivirus pertama pengobatan yang efektif untuk AIDS. Penyebab kematiannya tidak diumumkan.

Doktor Benito Que (Meninggal pada 6 Desember 2001 setelah sempat koma saat ditemukan pada tanggal 12 November 2001, usianya 52 tahun). Doktor Que yang merupakan seorang ahli Bilologi Sel dan terlibat aktif dalam riset meneliti onkologi hematologi mengalami tindak kriminal berupa penjambretan dan koma. Tubuhnya ditemukan di jalan dekat laboratorium tempatnya bekerja di University of Miami Medical School. Namun yang mencurigakan, pihak keamanan menyebutkan jika kematian Doktor Que bersifat alami karena serangan jantung.

Doktor Vladimer Pasechnik (Meninggal 23 Desember 2001 dalam usia 64 tahun). Dia ditemukan tewas di Wiltshire, Inggris, sebuah desa di dekat rumahnya namun dengan pelaporan dua tanggal yang berbeda: 21 November dan 23 Desember 2001. Doktor Pasechnik termasuk salah satu ilmuwan Rusia yang membelot ke Inggris dan menjadi pakar nomor wahid dari apa yang disebut dalam program senjata biologis. Dia juga terlibat dalam peneliian tentang wabah Flu tipe A. Doktor Christopher Davis dari Virginia menyatakan bahwa penyebab kematian adalah stroke. Doktor Davis adalah anggota intelijen Inggris yang mendampingi Doktor Pasechnik pada saat pembelotannya. Doktor Pasechnik juga terlibat dalam riset tentang Anthrax yang didanai CIA. (bersambung/ridyasmara)

Minggu, 20 Desember 2009

Kematian Aneh Ratusan Saintis Dunia (1)

Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan seorang tokoh sepuh dalam pergerakan Islam dan mendapat berbagai “warisan” yang tidak ternilai harganya. Salah satu warisan itu berupa “Program Delete” atau Program Penghapusan yang dilakukan konspiran globalis terhadap siapa pun yang dikehendaki mereka.

“Mereka, musuh-musuh Islam itu, telah lama membuat satu daftar siapa saja orang yang dianggap musuh besar, musuh yang bisa dirangkul atau dimanfaatkan (ditunggangi), dan musuh yang tidak perlu ditakutkan. Kriteria musuh yang tidak perlu ditakutkan adalah siapa pun yang menentang kerja mereka namun musuh-musuh itu tidak mempunyai kemampuan apa-apa selain mengutarakan penentangannya. Mereka bisanya hanya ikut demo misalnya, tanpa sungguh-sungguh menjalani hidup dengan perlawanan dan perjuangan. Paginya ikut demo namun siangnya sudah kongkow-kongkow di mall misalnya, sambil asyik menikmati makanan dan minuman yang nyata-nyata sebagian labanya dialirkan ke Israel.

Sedangkan kriteria musuh yang bisa dirangkul atau dimanfaatkan adalah orang-orang yang menentang agenda besar mereka, terdiri dari orang-orang pintar, well educated, namun bisa dijinakkan dengan berbagai kenikmatan atau kenyamanan seperti jabatan, kekuasaan, harta, atau dengan disodorkan perempuan.

Dan yang terakhir adalah kriteria musuh yang benar-benar harus diwaspadai. Yang terakhir ini terdiri dari orang-orang expert bahkan jenius, namun memiliki pandangan hidup yang fundamentalis dan selama hidupnya dipergunakan untuk berjuang melawan agenda besar mereka tanpa kompromi. Sosok yang terakhir ini malah jarang yang terkesan fundamentalis dari luarnya. Tidak bisa “dibeli” dengan kursi kekuasaan atau yang lainnya, tidak bisa dirayu, dan mereka tidak takut mati. Orang-orang terakhir inilah yang paling ditakuti musuh-musuh Islam. Sebab itu berhati-hatilah,” demikian salah satu paparannya.

Program Penghapus (Vanished Programme)

Terhadap orang-orang jenius namun memiliki pandangan hidup fundamentalis, yang tidak takut mati atas segala yang diperjuangkannya, para musuh-musuh al-haq ini membuat satu program yang disebut sebagai Program Penghapusan. Ini sama artinya dengan Program Penghilangan secara paksa. Strateginya bisa dengan diculik lalu dibunuh di suatu tempat terpencil dan mayatnya tidak bisa ditemukan, diberi racun yang mematikan, dibunuh dengan cara seolah-olah mengalami kecelakaan lalu lintas, dibunuh dengan suatu rekayasa tertentu, atau dibunuh dengan cara yang benar-benar kasar dan terbuka seperti yang banyak ditampilkan dalam film-film Hollywood, seperti meledakkan mobilnya saat target memutar kunci pintu mobil atau kunci starternya, dan sebagainya. Tujuannya satu: menghilangkannya. To Vanished.

Apa yang dipaparkan tokoh sepuh ini ternyata bukan isapan jempol. Salah satu rentetan kejadian yang sungguh-sungguh terjadi adalah apa yang menimpa puluhan (dicurigai ratusan) ilmuwan atau saintis ternama atau jenius dunia yang tewas secara ganjil dalam dua dekade terakhir ini.

Mereka banyak yang menemui ajal dengan cara yang tidak biasa.Ada yang meninggal karena suatu penyakit yang dalam riwayat kesehatannya tidak tercantum, ada yang ditemukan tewas ditembak orang tak dikenal namun dikatakan bunuh diri, ada yang meledak bersama bom yang diletakkan di mobilnya, ada yang tewas dengan leher menganga dan apartemennya terbakar habis, ada pula yang lenyap begitu saja bagai ditelan bumi saat berjalan-jalan kaki di pagi hari, dan sebagainya.

Para ilmuwan ini kebanyakan berasal dari disiplin ilmu bioteknologi dan juga farmasi. Dari yang tengah melakukan riset terhadap berbagai sampel virus, hingga yang tengah dipekerjakan angkatan bersenjata Amerika di dalam unit rahasia untuk meneliti berbagai senjata bio-kimia seperti anthrax dan cacar.

Mereka juga terdiri dari berbagai macam lapisan, dari segelintir mahasiswa jenius yang memiliki minat yang sangat tinggi dalam memecahkan berbagai pertanyaan yang ada di kepalanya, hingga seorang profesor ahli yang sangat berpengalaman. Mereka semua dengan berbagai keahliannya yang tinggi, dianggap sangat membahayakan agenda besar kelompok globalis ini sehingga dimasukkan dalam “daftar hapus”.

Sejumlah kalangan telah mempertanyakan hal ini, namun lagi-lagi yang ditemukan adalah keterangan resmi yang sama sekali tidak memuaskan. Banyak pihak meyakini jika semua itu didalangi oleh tangan-tangan yang tidak terlihat, tidak tersentuh hukum, namun memiliki berpengaruh yang sangat kuat di tingkat internasional.

Anehnya lagi, semua itu tidak menjadi berita besar yang dimuat di berbagai suratkabar dan majalah dunia. Tak urung, semua ini menimbulkan jutaan tanda tanya di benak banyak orang. Teori konspirasi pun bermunculan dengan berbagai versi. Semuanya masih menjadi praduga yang sangat sulit dilacak kebenarannya, walau bukan mustahil dalam suatu waktu akan terbongkar habis.

Agenda Besar Konspiran Globalis

Siapa yang dimaksudkan dengan Konspiran Globalis? Apa sebenarnya agenda besar mereka? Secara bercanda, JK Rowling di dalam Harry Potters menamakan mereka dengan “Dia yang tidak boleh disebut namanya”. Ini sepertinya tepat. Kelompok konspiran globalis merupakan kelompok yang sangat berpengaruh, super kaya, anti agama langit (namun mempersembahkan dirinya untuk melayani Iblis atau Lucifer), dan memiliki banyak sekali nama dan kelompok, seperti Illuminaty, Freemasonry, Bilderberger, Bohemian Groove, Templar, Zionis, Rosikrusian, Liberalis, dan sebagainya.

Selain organisasi atau perkumpulan atau persaudaraan induk yang bersifat rahasia, mereka juga membuat banyak sekali tentakel-tentakelnya yang bekerja sepenuhnya untuk mempercepat pencapaian agenda mereka ini. Tentakel-tentakelnya antara lain Trilateral Commission, United Nations dan semua lembaga di bawahnya, World Bank, IMF dan semua perbankan internasional, Jaringan Liberal dan Neo Liberal, dan laon-lain. Mereka bergerak di semua bidang kehidupan, terutama di bidang ekonomi, politik, dan media (baik media ilmiah maupun hiburan). Guna mendukung semua itu mereka dengan serius juga menguasai industri militer dunia.

Agenda mereka adalah apa yang telah dicantumkan di lembaran satu dollar AS, yakni “Novus Ordo Seclorum” atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai “The New World Order”. Kita menyebutnya sebagai “Tata Dunia Baru”. Pelaksanaan menuju ke arah itu disebut sebagai Globalisasi.

Novus Ordo Seclorum merupakan Satu tatanan dunia baru di mana mereka sebagai TUAN sedangkan orang di luar mereka sebagai budak. Tata Dunia Baru yang sepenuhnya sekular (seclorum) dimana semua agama langit hancur (yang ada cuma sebatas ritual dan atribut-atribut luarnya, sedangkan esensi agama itu sendiri musnah. Kaum Muslimin cuma mengerjakan sholat, puasa, pergi haji, zakat dan sedekah, dan hanya mencantumkan Islam di KTP-nya, namun lalai dalam berjuang menegakkan tauhid di muka bumi dengan sebenar-benarnya tauhid, menyerahkan loyalitas sepenuhnya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dan bukan kepada sesama manusia). Di dalam tatanan baru itu, semua agama langit tinggal sekadar kulit luarnya, dan mayoritas manusia telah memeluk agama baru yakni “Pluralisme” yang dianggap universal.

Siapa mereka yang disebut sebagai Konspiran Globalis itu? Mereka adalah elit dunia seperti Rotshchild, Rockefeller, Dinasti Bush, Dinasti Windsor, dan sebagainya. Sebagian besar dari mereka menghindari sorotan pers dan bergerak di bawah tanah secara sangat rahasia. Mereka adalah penerus (dalam arti sesungguhnya, karena memiliki garis darah yang sama) cita-cita dari Namrudz dan Firaun. Agama mereka pun sama, yakni Kabbalah. Merekalah yang berada di balik semua konspirasi dunia, seperti halnya rentetan kematian yang janggal yang menimpa para ilmuwan dunia selama dua dekade terakhir. Siapa saja saintis itu dan bagaimana mereka menemui ajal? (bersambung/ridyasmara)

Tersebarnya Rencana Konspirasi 2012

Percaya pada hari akhir merupakan rukun iman yang kelima. Sedari kecil kita sudah mengetahui ini. Sedang kapan tepatnya hari kiamat itu, tidak seorang pun di dunia ini yang mengetahuinya dengan pasti. Terkait dengan Konspirasi 2012 yang mengatakan jika pada tahun itu, tepatnya tanggal 21 Desember 2012 sebagai hari kiamat, tentu hal ini bukan berasal dari Islam. Sudah banyak buku-buku yang mengupas tentang hal ini, baik dipandang dari sudut keislaman, dari sudut ilmiah, maupun dari sudut ramalan yang tak jelas juntrungannya. Banyak orang di dunia ini sekarang sibuk membahas soal apa yang akan terjadi pada tahun 2012, dari manusia yang berpredikat dukun hingga para astronom dan pakar astro-fisika.

Hanya saja, dari spektrum manusia yang amat luas itu—dari orang yang irrasional seperti para dukun dan peramal, hingga ahli-ahli perbintangan dan sainis—banyak dari mereka yang bertemu dan yakin jika pada tahun itu memang akan terjadi “sesuatu”.

Para dukun dan peramal mengatakan hal itu berdasarkan ramalan kalender suku Maya yang memang memiliki ketepatan yang luar biasa, bahkan bila disandingkan dengan dengan sistem kalender Gregorian yang sekarang dipakai oleh mayoritas manusia di dunia ini. Suku Maya meramalkan jika pada dunia akan mengalami “pemurnian” pada tanggal 21 Desember 2012, yang memakan korban manusia dalam jumlah yang banyak.

Sedangkan para ahli perbintangan dunia, termasuk para ahli dari LAPAN, menyatakan jika pada tahun 2012 akan terjadi peningkatan kegiatan matahari. Hal ini sudah pasti akan mempengaruhi iklim dan kehidupan seluruh mahluk yang ada di bumi. Ramalan para saintis ini tentu bukan berangkat dari ramalan suku Maya, namun berangkat dari hasil pengamatan bertahun-tahun terhadap kegiatan matahari dan benda-benda angkasa lainnya. Apakah di tahun itu akan terjadi kiamat? Mereka semua juga tidak memastikannya.

Yang menarik, kalangan Konspirator Globalis yang terdiri dari berbagai perkumpulan rahasia dan elit dunia juga menjadikan tahun 2012 sebagai patokan bagi program-program universal mereka. Beberapa contoh kecil adalah Bilderberger, sebuah kelompok elit paling berpengaruh dunia yang mengendalikan sistem perekonomian dunia dengan berbagai lembaga keuangan internasional termasuk IMF dan World Bank, menetapkan jika tahun 2012 merupakan awal bagi program pasar bebas mereka.

Lalu sejumlah elit di Pentagon juga mematok tahun 2012 sebagai dateline bagi perbaikan menyeluruh (modernisasi) Pentagon setelah ditubruk rudal CALM (Convensional Air Launch Missile) yang mirip pesawat dalam peristiwa 911 tahun 2001. Amerika juga menjadikan tahun 2012 sebagai tahun penyerahan sejumlah pesawat bomber siluman (Stealth) kepada Zionis-Israel.

Lalu WHO juga mematok tahun 2012 sebagai tahun awal bagi program universal Codex Alimentariusnya, yang dipercaya oleh banyak pengamat kesehatan sebagai operasi terselubung untuk meracuni umat manusia lewat zat-zat kimia yang dikatakan sebagai gizi (pasta gigi dengan fluoidenya yang sesungguhnya berbahaya, pemanis buatan aspartame yang juga akan menimbulkan berbagai penyakit dan sebagainya). Untuk yang ini silakan baca buku Jerry D. Gray “Deadly Mist: Upaya Amerika Merusak Kesehatan Manusia” (2009).

Dan banyak lagi program-program universal yang mematok tahun 2012 sebagai titik berangkatnya. Insya Allah, Eramuslim Digest edisi 11 akan mengupas soal Konspirasi 2012 dalam berbagai sudut pandang yang belum ada di dalam buku-buku tentang 2012 yang sekarang sudah banyak di toko-toko buku.

Berbagai program mereka tentang tahun 2012 memang awalnya rahasia, namun ada juga yang dibocorkan ke publik dengan sengaja untuk mengetahui reaksi dunia tentang program mereka. Bukan itu saja, mereka juga telah mempersiapkan berbagai program alternatif lainnya. Kedengarannya bagi kita sepertinya kita terlalu paranoid dengan mereka. Namun percayalah jika banyak peneliti independen, di antaranya Daniel Estulin, seorang jurnalis investigatif dari Kanada, telah bekerja keras selama belasan tahun mengikuti mereka guna menguak apa saja yang mereka rencanakan dan kerjakan terhadap kita semua. Baca pula buku Estulin yang berjudul “The Bilderberg Group”. Anda akan tercengang dan yakin akan hal itu. Bahkan dalam salah satu lampirannya terdapat nama lima orang Indonesia yang ternyata menjadi anggota dari “The Rockeffeler Citizens” bernama Trilateral Commission untuk wilayah Asia-Pacific.

Konspirasi Globalis, dimotori oleh para pemuka Yahudi semacam Rotschild dan Rockefeller, dan juga lainnya, memang bekerja secara keras dan lihai untuk menciptakan satu tatanan dunia baru yang sepenuhnya sekuler yang kita kenal sekarang dengan sebutan The New World Order. Mereka hendak menghancurkan semua agama langit dan menggantinya dengan “Agama Kemanusiaan” yang disebut Pluralisme. Sebab itulah, JIL yang selalu mengusung Pluralisme dianggap sebagai salah satu pelayan dari kepentingan mereka ini.

Ditanyakan di muka jika mereka juga kana mengurangi populasi dunia. Ya, itu benar. Pada saatnya nanti jika The New World Order sudah tegak, yang ada di bumi ini hanya ada dua jenis manusia: TUAN dan BUDAK. Tidak ada yang namanya kelas menengah. TUAN adalah mereka. Dan BUDAK adalah kita. Secara perlahan mereka memang sudah melancarkan pengurangan populasi dengan berbagai virus rekayasa genetika, zat-zat kimia berbahaya yang dinyatakan aman dikonsumsi, gas racun yang disemprotkan oleh pesawat-pesawat jet di langit (Chemtrails), dan banyak lagi. Sistem ekonomi yang tidak adil juga sebenarnya merupakan salah satu strategi pengurangan populasi manusia. Banyak orang miskin yang frustasi kemudian memilih untuk mati, seperti yang banyak terjadi di Indonesia sekarang ini.

Bisa jadi, lewat peperangan di suatu hari mereka akan mengurangi jumlah populasi manusia secara drastis. Ini kelihatannya amat klise. Namun hal itu benar adanya. Hanya saja tidak ada yang tahu apakah tahun 2012 tanggal pelaksanaannya.

Sebagai umat Islam, kita hendaknya berpegangan pada Qur’an dan Sunnah. Zaman di mana umat Islam hidup, sejak zaman Rasulullah SAW hingga hari akhir, sudah disebut sebagai Akhir Zaman. Sebab itu, hanya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya kita menyerahkan loalitas kita sepenuhnya. Bukan pada yang lain. Wallahu’alam bishawab.